photo PROMO_zpsdc816b8f.gif


Tampilkan postingan dengan label Strategi Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Strategi Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juli 2013

5 Alasan Menyusun Business Plan

5 Alasan Menyusun Business Plan
Setelah sebelumnya dijelaskan mengenai 5 tujuan menyusun sebuah business plan, maka sekarang akan kami sampaikan lima alasan  pentingnya menerapkan  business plan dalam bisnis

Pertama, sebagai blue print  yang akan dijalankan  dalam pengoperasian bisnis. Hal ini  menolong  anda agar  tetap  kreatif dan  berkonsentrasi  pada tujuan  yang ditetapkan;

Kedua, sebagai alat untuk mencari dana sehingga berhasil dalam bisnis;

Ketiga, sebagai alat komunikasi untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, dan penyandang dana. Dengan adanya business plan, mereka akan memahami tujuan dan cara operasional bisnis kita.

READMORE >> http://katapengusaha.com/2013/06/5-alasan-business-plan/


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Selasa, 03 Januari 2012

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Promosi Twitter?

Sosial media memang mengalami perkembangan yang luar biasa. Hal ini tentunya membantu aktivitas para pebisnis online dalam mengembangkan usaha mereka di dunia maya. Teknik-teknik SEO yang konvensional dapat digunakan dan dikombinasikan dengan baik melalui sosial media.
Salah satu sosial media yang cukup efektif untuk digunakan dalam teknik SEO adalah Twitter. Dengan Twitter, Anda dapat mempromosikan konten secara efektif pada semua followers Anda. Cara ini cukup efisien terlebih jika followers Anda sudah banyak. Namun masalahnya, Twitter sangat masif dan cepat sehingga pergerakan timeline terjadi setiap menit. Meski Anda memposting dengan sesuatu yang menarik, namun akan sedikit respon yang didapat jika Anda mempostingkannya di waktu yang tidak tepat.
Sebelumnya tentu Anda perlu mengkategorikan beberapa pengguna Twitter. Setidaknya ada tiga tipologi pengguna Twitter yakni pasif (hanya melihat timeline), aktif (melihat dan meretweet), dan super aktif (para pengguna yang berpengaruh pada followers mereka serta mendengar dan meretweet) .
Biasanya, teknik SEO Anda akan lebih efektif jika para pengguna dalam kategori super aktif melakukan respon baik reply ataupun retweet. Hal ini akan membantu mengarahkan trafik pada blog atau web yang Anda promosikan. 
Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan postingan tersebut?
Melakukan targetting followers memang menjadi langkah utama untuk memastikan kapan waktu yang tepat untuk Anda melakukan promosi melalui Twitter. Kategorikan beberapa followers Anda  dan lakukan pemetaan. Perhatikan dalam beberapa kali pengguna tersebut muncul pada timeline. Hal tersebut dapat menentukan waktu yang tepat untuk berpromosi demi meningkatkan trafik pada website atau blog Anda.
Contoh : jika targetnya adalah rata-rata berusia 20-35 tahun maka mereka akan lebih sering beraktivitas tweeting saat pagi hari sebelum mereka beraktivitas, siang hari saat jam makan siang, sore hari saat pulang kantor/kuliah dan mungkin malam hari saat mereka sedang bersantai / istirahat di rumah.
Jadi cukup mudah bukan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk Anda berpromosi melalui Twitter? Yang pasti hal ini dapat berbeda satu sama lain mengingat tipologi followers pun masing-masing berbeda. Yang jelas jika Anda telah menemukan waktu yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah melakukan strategi dan cara yang tepat untuk teknik SEO website atau blog Anda ke depannya.


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Sabtu, 31 Desember 2011

Sukses Muda di Tahun 2012?

Seharusnya isi dari posting ini saya publish beberapa hari yang lalu, saat masih dalam kalender tahun 2011. Tapi berhubung satau dan lain hal, saya baru sempat untuk publish sekarang.


Banyak sekali buku, blog dan Twitter yang mungkin sudah membahas topik yang sau ini. Ya, Sukses Muda. Siapa yang tidak ingin mendapatkan predikat tersebut. Setelah pada abad ini seorang pemuda berhasil menjadi milyarder karena menemukan sebuah media jejaring sosial yang sangat kontroversial, Facebook, sekarang jutaan pemuda-pemudi di luar sana berbondong-bondong mengejar mimpi yang sama.


Saya sendiri menjadi tertarik dengan tema ini. Hanya saja bukan karena target kesuksesannya, melainkan dengan definisi "muda" pada rangkaian kata "sukses muda". Seberapa muda sih seseorang itu bisa dikatakan bahwa dia itu telah mendapat predikat "sukses muda"? Atau mungkin pada usia berapakah seorang bisa dikatakan dia telah "sukses muda".


Untuk menjawab pertanyaan ini, saya kemudian bertanya kembali kepada followers @KataPengusaha :


"menurut kalian, sukses muda itu umur berapa sih?"


Dan inilah berikut beberapa jawaban dari mereka :
@maurizashadow25 tahun
@shellamuthya : 19 tahun
@adityoviole : 25 - 35 tahun
@yundieprasetyoo : 23 tahun


Dari sedikit jawaban di atas, saya sendiri cenderung berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan sukses muda apabila dia telah mencapai apa yang menjadi targetnya pada usia 25-26 tahun. 


Kenapa?
Karena memang demikian, rata-rata orang sukses menemukan kesuksesan mereka pada usia produktif tersebut. Contoh paling berkesan adalah Nabi Muhammad SAW sendiri sukses menjadi pedagang saat usia beliau mencapai 26-27 tahun. Sedangkan Albert Einstein juga menemukan teori relativitasnya pada saat usia 27 tahun. Begitu juga Mark Zuckerberg, sang penemu Facebook juga mendapat gelar milayder kaya di usianya yang baru mencapai 26 tahun.


Lalu, bagaimana dengan yang sudah lewat batas waktu itu? Apa masih bisa dikatakan sukses muda?
Menurut saya, selama dia masih memiliki jiwa muda : IYA! Sukses sendiri tidak dibatasi oleh umur, Kolonel Sanders sukses membangun kerajaan bisnis KFC-nya malah diusia senja yang sudah tidak lagi muda. Tetapi, semangatnya masih muda!

Atau bagaimana dengan anak-anak berprestasi di usia <20 tahun?
Patut kita bangga dengan mereka yang berhasil meraih prestasi di usia yang memang terbilang masih sangat muda. Bahkan, mungkin Anda tahu beberapa artis cilik yang sudah berpenghasilan di atas penghasilan rata-rata orang dewasa yang bekerja full time. Tetapi, Anda juga harus paham bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari materi dan prestasi (ingat, saya bukan berbicara soal kaya muda tetapi sukses muda!). Melainkan juga dari tingkat kedewasaannya dalam menyikapi materi dan prestasi tersebut. Tetaplah posisikan mereka sebagai anak yang sedang beranjak dewasa yang masih memerlukan hiburan, belajar, bermain dan bersosial layaknya anak-anak sebaya mereka.

Nah, sekarang adalah moment yang tepat untuk mendeskripsikan kembali sukses muda mu di tahun baru 2012.
  1. Tetapkan kembali di usia target sukses mudamu itu apa aja yg ingin dicapai
  2. Pecah target besar itu jd target-target jangka pendek sesuai kemampuanmu saat ini dan segera wujudkan satu demi satu target-target jangka pendek tersebut.
  3. Hitung selisih usiamu dg usia target sukses muda mu,brp tahun lagi?
  4. Persiapkan segalanya di tahun 2012 ini dan pastikan kamu semakin dekat dengan target sukses mudamu


Gimana, sudah siap sukses muda di tahun 2012?





Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?


Atau share artikelnya :

Kamis, 22 Desember 2011

Tentukan Harga Terbaik Anda!

Kemarin, dari posting blog 10 faktor kegagalan bisnis melalui akun Twitter @KataPengusaha ada yang mengeluhkan bahwa usahanya terkendala pada faktor nomor 6, yaitu tidak punya kebijakan harga yang baik. Lalu, bagaimana sebenarnya menentukan harga untuk produk/jasa yang baik sehingga dapat diterima oleh konsumen target?


Langkah pertama dalam menyusun strategi harga adalah dengan menentukan terlebih dahulu segmentasi pasar bisnis Anda. Hal ini terutama agar harga yang kita tentukan nanti sesuai dengan segmennya. Misalkan, segmentasi pasar Anda adlah menengah ke atas, yang tidak menjadikan harga sebagai faktor penentu utama pembeliannya. Maka, Anda bisa berkonsentrasi kepada proses dan kualitas produk/jasa yang Anda tawarkan agar sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Sebaliknya, apabila bisnis Anda diarahkan untuk segmentasi pasar menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga maka di sini Anda harus benar-benar berhati-hati. Karena kebanyakan pengusaha pemula terjebak dalam strategi harganya sendiri.


Seperti yang disampaikan salah seorang followers @KataPengusaha : "kan di mana ada murah di sana pasti ramai". Saya ingatkan, boleh saja kita berpendapat demikian dan memberikan harga yang murah untuk segmentasi menengah ke bawah, tetapi hal tersebut harus diimbangi dengan jumlah penjualan yang besar. Saya ambil contoh, semisal Anda ingin menjual baju dengan harga murah Rp. 50.000, mungkin dengan harga jual tersebut Anda sudah mempunyai keuntungan Rp.15.000. Tapi, apabila ingin mendapatkan profit kotor total sebulan Rp. 15 juta, maka Anda harus menjual 1000 pcs baju! Jumlah yang sangat besar untuk nilai keuntungan yang bisa dikatakan kecil. Dan itu juga belum dihitung biaya pemasaran atau pegawai dan lain-lain.

Nah, hitungan strategis seperti ini lah yang sering dilupakan banyak orang. Sehingga, akhirnya mereka terjebak dalam perang harga yang tidak berkesudahan. Kalau terus demikian, bisa dipastikan lama-lama usaha Anda terpaksa harus gulung tikar karena tidak mampu untuk menanggung biaya operasional yang ada.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan?

Fokuslah pada kualitas dan nilai dari produk/jasa Anda.

Apa itu kualitas produk/jasa? Apa bedanya dengan nilai produk/jasa?


Kualitas adalah definisi terukur dari produk/jasa yang dihasilkan. Contoh : berat, kandungan air dalam makanan, umur/masa simpan produk dan termasuk jenis bahan produksinya. Sedangkan nilai produk/jasa adalah persepsi konsumen terhadap manfaat yang mereka rasakan apabila membeli produk/jasa tersebut. 


Nah,coba definisikan kembali kualitas dan nilai dari produk/jasa Anda, dengan demikian Anda mempunyai senjata saat menawarkan produk/jasa tersebut dengan menjelaskan secara rinci apa yang menjadi keunggulan dan manfaat dari produk/jasa tersebut.


Terakhir, sekali lagi saya ingatkan : jangan terjebak dalam perang harga! 

Harga terbaik bukan harga termurah yang bisa kita tawarkan tetapi sebanding dengan kualitas dan nilai dari produk/jasa yang kita tawarkan. Jika dengan terpaksa kita harus memasuki persaingan harga, jangan paksakan untuk menekan harga ke titik terendah karena yang ada bukan untung yang didapat,tapi buntung! Lebih baik untuk mereview kembali kualitas dan nilai produk/jasa Anda, lalu tingkatkan kembali kualitas dan pelayanannya sehingga Anda bisa Anda naikkan kembali. Atau bila perlu lakukan re-segmentasi sesuai dengan rencana bisnis Anda ke depan.

Nah, mumpung sekarang lagi akhir tahun, Anda bisa sekalian masukan strategi harga ini ke dalam evaluasi bisnis tahun ini dan semoga tahun 2012 menjadi tahun yang lebih baik untuk kita semua :)



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Minggu, 04 Desember 2011

10 Faktor Kegagalan Bisnis

"Mas, kenapa ya usaha ternak lele saya tidak berkembang dan malah kalau begini terus bisa dipastikan tiga bulan ke depan bisnis saya bisa bangkrut?!"

Pertanyaan serupa, dengan berbagai jenis usaha lainnya, sering saya temui baik melalui linimasa Twitter @Katapengusaha ataupun di dunia nyata umumnya. Secara spesifik saya tidak mungkin dapat dengan mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Karena kita memerlukan riset dan konsulasi lebih dalam perihal aspek teknis dan non-teknis usaha yang Anda jalankan. Tetapi, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan hasil dari sebuah riset yang dilakukan oleh Jhon Murphy mengenai berbagai penyebab umum sebuah kegagalan dalam bisnis.

Menurutnya, di dalam bisnis manapun dan dari negara manapun, umumnya terdapat 10 faktor penting penyebab hancurnya sebuah bisnis, yaitu diantaranya (dan besarnya pengaruh faktor tersebut pada kegagalan bisnisnya) :

1. Tidak memiliki perencanaan bisnis yang baik (berpengaruh 78%)
2. Terlalu optimis pada sales dan dana yang diperlukan (berpengaruh 73%)
3. Tidak mengenali atau mengabaikan kelemahan-kelemahannya dan tidak berusaha mencari bantuan (berpengaruh 70%)
4. Lemah dalam keterampilan dan pemahaman manajemen arus kas (berpengaruh 82%)
5. Tidak memiliki pengalaman bisnis yang cukup atau bisnisnya tidak relevan dengan pengalaman berbisnis sebelumnya (berpengaruh 63%)
6. Tidak punya kebijakan harga dengan baik (berpengaruh 77%)
7. Tidak berusaha memahami atau bahkan mengabaikan kompetitornya (berpengaruh 55%)
8. Merekrut karyawan yang tidak tepat (berpengaruh 56%)
9. Tidak mempromosikan bisnisnya dengan baik (berpengaruh 65%)
10. Tidak melakukan pemosisian perusahaannya dengan baik (berpengaruh 71%)

Nah, dari 10 faktor tadi mana yang menjadi faktor utama dalam bisnis Anda yang menjadi kendala selama ini. Atau malah ada 10 faktor tadi di bisnis Anda?

Segera perbaiki!


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Rabu, 23 November 2011

QQS : Sistem Jaminan Kepuasan Pelanggan

Jaminan kepuasan pelanggan?

Siapapun pelanggannya pasti menginginkan suatu jaminan kepuasan atas produk/jasa yang akan dia terima dan uang yang telah dibayarkan. Di satu sisi, pengusaha perlu memikirkan suatu sisitem yang dapat memberikan jaminan itu 100%. Bila perlu 101%!

Untuk memasarkan suatu produk atau jasa secara efektif, Napoleon Hill dalam bukunya Think & Grow Rich menjelaskan bahwa seorang pelaku bisnis dalam melayani konsumennya harus memakai dan mengikuti suatu formula yang disebut "QQS". QQS artinya Quality, ditambah Quantity dan ditambah Spirit kerja sama, menghasilkan sebuah layanan penjualan yang sempurna. Ingatlah formula "QQS" ini, tetapi yang lebih penting -terapkan sebagai suatuu kebiasaan!

Analisa formula tersebut untuk memastikan bahwa Anda benar-benar mengerti apa maksudnya.

  • Quality atau kualitas pelayanan berarti penampilan setiap detail produk / jasa yang Anda tawarkan.
  • Quantity atau kuantitas pelayanan berarti kemampuan Anda dalam melayani berapa banyak konsumen sepanjang waktu sesuai dengan keahlian dan pengalaman Anda. 
  • Spirit pelayanan berarti juga kebiasaan berprilaku menyenangkan dan harmonis, yang akan mendorong kerja sama dari rekan dan para pegawai.
Untuk mempertahankan bisnis Anda agar tidak kalah bersaing tidak cukup hanya dengan kualitas dan kuantitas pelayanan yang memadai.Spirit yang Anda tampakkan dalam memberikan pelayanan adalah faktor yang sangat menentukan dalam hal ini.Seperti juga yang disampaikan oleh Andrew Carnegie, bahwa spirit keharmonisan antara Anda dan pelanggan adalah kunci utama dalam bisnis pelayanan.

Pentingnya kepribadian yang menyenangkan tidak hanya harus disadari oleh Anda sebagai pimpinan bisnis, tetapi juga oleh seluruh staf di bawah sistem Anda. Jika bisnis Anda memiliki spirit keharmonisan ini, aset ini seringkali dapat menutupi kekurangan Anda dalam hal kualitas dan kuantitas yang Anda berikan. Intinya, tidak ada hal lain yang bisa menggantikan sikap yang menyenangkan dalam bisnis.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Selasa, 22 November 2011

Mengelola Arus Ide Kreatif

Ada tiga hal utama yang menyebabkan sebuah bisnis/usaha menjadi kekeringan ide.Pertama, karyawan perusahaan barangkali memiliki banyak ide bagi perbaikan. Hanya saja kebanyakan dari mereka tidak tahu ke mana ide-ide tersebut harus disampaikan dan tidak memiliki motivasi untuk menyampaikannya. Kedua, pemasok, distributor, biro iklan dan sekutu-sekutu lain dari perusahaan mungkin mempunyai banyak ide bagi perusahaan. Tetapi, para pimpinan perusahaan tidak melihat mereka sebagai rekan kerja yang positif dalam pengembangan perusahaan (sebatas sebagai mitra jual-beli saja). Ketiga, terdapat cara-cara sistematis untuk membantu karyawan mendapatkan ide baru. Hanya banyak juga pimpinan perusahaan yang enggan memikirkan sistem tersebut.

Tiga hal di atas sangat mematikan karena tanpa ide-ide baru sebuah perusahaan tidak akan bergerak kemana-mana dan bahkan mengalami kemunduran!

Lalu, bagaimana solusinya?

Dalam sebuah artikel berjudul "Bringin SIlicon Valley Inside Your Company", penulis terkenal Gary Hamel menyajikan resep penciptaan ide-ide baru yang sukses. Di dalam artikel tersebut dikatakan bahwa Silicon Valley sukses karena terbentuk dari tiga pasar : pasar ide, pasar modal dan pasar talenta. Banyak individu kreatif yang berjiwa wiraswasta berbondong-bondong datang ke Silicon Valley dengan ide baru, khususnya ide-ide tentang bisnis dot.com. Sementara perusahaan-perusahaan modal ventura berlomba-lomba meminjamkan uang kepada individu-individu yang memiliki ide-ide super. Dan Silicon Valley menarik banyak individu bertalenta yang bisa membuat perangkat lunak dan mengimplementasikan ide tersebut.

Implikasinya, menurut pakar pemasaran Philip Kotler, perusahaan perlu meniru Silicon Valley secara internal. Perusahaan harus menghargai ide baru dengan tinggi dan memfasilitasi pengumpulan dan evaluasinya. Dana internal selanjutnya harus dikeluarkan perusahaan untuk meriset dan mengembangkan ide-ide bagus. Ide-ide terbaik kemudian akan diserahkan kepada talenta yang tepat untuk dikembangkan dan diaplikasikan.

Untuk mengelola arus ide tersebut, perusahaan sebaiknya menunjuk seorang eksekutif level-tinggi untuk menjadi apa yang disebut sebagai Kapten Ide. Eksekutif ini akan memimpin sebuah komite, bernama Komite Ide (Idea Committe) yang anggota-anggotanya merupakan wakil dari masing-masing departemen penting. Semua orang di dalam perusahaan serta sekutu-sekutu perusahaan harus mengetahui nama, alammat dan e-mail dari anggota-anggota komite dan harus didorong untuk mengirimkan ide-ide baru ke komite ini. Komite Ide harus mengadakan rapat setiap beberapa minggu untuk mereview dan mengevaluasi ide dan kemudian menempatkan ide-ide ke dalam tiga tumpukan : ide buruk, ide baik dan ide super. Ide-ide yang tampaknya super kemudian diserahkan kepada anggota-anggota komite untuk dikaji dan dilaporkan kembali. Jika laporannya positif, maka sejumlah uang akan dikeluarkan untuk meriset dan mengembangkannya. Ide-ide yang terus terlihat bagus akan melalui beberapa tahap penelitian sampai dibuang atau diluncurkan.

Semua orang yang menyampaikan ide harus diberitahu tentang nasib dari idenya. Hal ini akan menghilangkan kecurigaan bahwa Komite Ide tida peduli pada ide mereka. Penemu dari ide-ide terbagus yang kemudian diimplementasikan secara sukses harus mendapat pengakuan, baik dalam bentuk uang, liburan atau balas jasa berwujud lainnya. Sebagai contoh, sebuah perusahaan membayarkan 10 persen dari pengehmatan atau laba yang dihasilkan kepada individu atau kelompok yang menemukan ide tersebut.

Pola pengelolaan arus ide seperti ini terbukti berhasil diterapkan dengan baik oleh raksasa mesin pencari Google.Simak rahasia sukses manajemen ala Google.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Sabtu, 19 November 2011

Tips Aman Bertransaksi Online

Selain menawarkan peluang dan bermanfaat sebagai sarana  berbisnis, wahana internet juga menyimpan banyak kerawanan terhadap tindak kejahatan. Mulai dari penipuan sampai pembobolan r ekening bank. Oleh karena itu, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan kita (baik sebagai penjual ataupun pembeli) harus cermmat dalam bertransaksi via online. Berikut ini beberapa tips aman dalam bertransaksi online.
  1. Masih ingat kasus pembobol rekening bank tahun 2010 lalu dengan modus menyamarkan website sebuah bank besar di Indonesia? Oleh karena itu, kenali web asli. Cermati domain dan URL-nya. Jangan sampai salah dan username serta password rekening bank Anda malah dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
  2. Transaksi dalam jumlah besar atau barang elektronik sebaiknya dilakukan di tempat usaha atau jika jaraknya jauh minta tolong kepada kerabat yang dekat dengan tempat transaksi untuk mewakili transaksi tersebut.
  3. Kalaupun terjadi transaksi via online, cek & recek selalu dokumen legalitas dan testimonial penjualnya. Cari info seputar orang yang pernah bertransaksi dengannya, apakah benar penjual tersebut bisa dipercaya.
  4. Cek dan recek kontak penjual. Penjual yang susah dihubungi atau kontak yang tidak jelas patut kita curigai.
  5. Cocokkan kembali nomor rekening dengan identitas penjual atau usahakan menggunakan media rekening bersama (beberapa forum penjualan menyediakannya).
  6. Jangan hiraukan email yang menyuruh berkunjung ke sebuah link tertentu yang berisi form login atau tawaran yang mencurigakan lainnya.
  7. Cek & recek kembali jika ada SMS yang menyuruh Anda untuk mentransfer uang ke rekening tertentu apakah benar dari penjual yang bertransaksi dengan Anda dan jika tidak Anda merasa bertransaksi abaikan saja.
  8. Hindari mengakses internet banking di warnet atau layanan umum lainnya dan aktifkan antivirus / spyware pada laptop/PC Anda untuk menghindari tindakan tidak bertanggung jawab terhadap username & password internet bangking Anda.
Dengan menjadi bijak dalam bertransaksi diharapkan kita akan lebih aman & terhindar dari berbagai tindak kejahatan yang mungkin terjadi.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Kamis, 17 November 2011

Jadikan Bisnis Anda Terkenal!

Seringkali saya mendapat pertanyaan : "bagaimana caranya agar bisnis kita bisa cepat dikenal oleh banyak orang?" Mungkin ada 1.001 cara agar bisnis kita bisa dikenal, tapi satu diantaranya yang paling penting dan palin mendasar adalah dengan menyebar kartu nama sebanyak-banyaknya. Kenapa? Karena kartu nama itu sendiri adalah identitas bisnis kita dimana dalam selembar kartu yang kecil itu terdapat berbagai informasi penting tentang bisnis Anda.

Sekarang, sebelum menyimak tulisan lebih lanjut, sudahkah Anda punya kartu nama bisnis Anda sendiri ?

Dalam sekenario pemasaran dapat dikatakan kartu nama itu berfungsi sebagai salah satu alat bantu dalam menjual atau memasarkan sesuatu, baik itu berupa produk, jasa, merek, organisasi bahkan individu sekalipun. Coba tempatkan diri Anda sebagai produk atau merek yang hendak dipasarkan, maka kartu nama itu ibarat brosur yang akan menceritakan siapa Anda, apa bisnis Anda dan apa yang bisa Anda jual untuk mereka.

Seorang pengusaha pernah mengatakan, andaikan Anda adalah buku, maka kartu nama itu adalah kata pengantarnya. Untuk menelusuri intisari buku itu, kitda dapat menjajakinya melalui kata pengantar, meskipun hanya sekilas. Oleh karena itu, sempatkanlah untuk mempunyai kartu nama bisnis Anda sendiri dengan sungguh-sungguh karena selain menilai dari penampilan, gaya bicara, dan apapu yang Anda kenakan, calon klien dan konsumen juga cendrung akan memperhatikan kartu nama Anda sebagai pelengkap citra dan identitas Anda.

Pak Hermawan Kartajaya pernah bercerita bahwa saat dirinya memutuskan untuk membangun MarkPlus, yang pertama dilakukannya adalah membuat logo dan kartu nama. Ya, bukan yang lain! Karena menurutnya, kartu nama adalah elemen identitas yang saat orang lain bertanya : "Apa bisnis Anda?" Anda tidak perlu lagi menjawab dengan setengah ragu-ragu tetapi cukup dengan memberikannya kartu nama Anda dan kemudian menjelaskan dengan percaya diri siapa Anda.

Tentu saja kartu nama menjadi semakin penting perannya dalam bisnis seperti yang dikatakan oleh Tom Peters, seorang pembicara kelas dunia, bahwa kartu nama itu tidak ubahnya seperti kemasan, yang sedikit banyak menentukan apakah produk itu layak dipercaya atau tidak. Oleh karena itu, sangat penting kiranya mendesain kartu nama yang informatif dan semenarik mungkin agar dapat membangkitkan kesan pertama yang positif. Dan hal lain yang perlu juga diingat bahwa desain kartu nama yang unik dan menarik itu tidak harus selalu rumit, namun tetap harus berkesan simpel.

Dalam karyanya Make Millions Marketing, ROger Konopasek berpesan, pesona kartu nama terletak pada sifatnya yang murah, mudah (maksudnya mudah dibawa) dan meriah (meriah dalam arti kaya akan informasi). Segala data mencakup nama, jabatan, pendidikan, bidang usaha, contact number, alamat atau apa saja yang relevan terekspos di kartu nama. Bayangkan semua data yang sangat penting itu dapat disampaikan dengan media seharga hanya Rp.300 per lembar (atau bahkan lebih murah). Tetapi, ada juga perusahaan tertentu yang mencetak kartu nama dalam bentuk CD. Nah, ini relatif agak mahal. Namun, percayalah dampaknya juga akan sepadan dengan biayanya, karena CD itu akan meninggalkan impression yang luar biasa!

Satu hal yang membuat sebagian dari kita sungkan untuk memberikan kartu nama adalah tidak lain karena budaya timur yang melarang orang untuk membanggakan diri atau mengangungkan keunggulan produk secara terbuka di hadapan kenalan kita. Padahal, seharusnya kita bisa bersikap lebih bijak bahwa saat menerima atau memberi selembar katu nama haruslah dengan sikap antusias dan ucapan terima kasih. Dengan demikian, Anda akan menerima respek yang baik dari orang lain. 

Sekali lagi, sudahkah punya kartu nama?

Saya bertanya kedua kalinya, karena tidak jarang saya berjumpa dengan kaum profesional yang masih juga tidak/belum memiliki kartu nama. Menurut mereka, "Kami orang back office. Hanya orang front office  yang dibekali kartu nama." Atau ada juga yang mengatakan, "Bisnis saya masih kecil, jadi belum perlu kartu nama." 

Memang, terkadang ada beberapa orang pada level tertentu yang sudah tidak perlu lagi kartu nama untuk menjelaskan siapa mereka. Katakanlah, Bill Gates atau mendiang Steve Jobs. Tanpa mengantongi kartu nama pun orang-orang akan tahu siapa mereka. Tetapi, saya juga yakin, sebelum mereka sukses mereka juga pasti memasarkan produk dan diri mereka melalui kartu nama. 

Jadi, kembali saya ingatkan bahsa salah satu resep sukses untuk bisnis cepat dikenal orang adalah dengan mencetak kartu nama sebanyak-banyaknya dan bagikanlah kepada orang yang tepat juga sebanyak-banyaknya! Bahkan kalau perlu berikan kartu nama dua-tiga kali kepada orang yang sama pada kesempatan yang berbeda. Jangan heran, karena setiap pelaku bisnis yang berpengalaman umumnya menyimpan lebih dari 300 kartu nama yang dikumpulkan dari relasi-relasinya.Semakin banyak kartu nama Anda ada dalam list kumpulan kartu nama orang lain, akan memudahkan nama Anda akan ditemukan (setidaknya jika yang satu hilang, masih ada kartu nama Anda yang lain).

Akhir kata, selamat mengenalkan bisnis Anda pada dunia via kartu nama!



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

4 Hal Utama Dalam Internet Marketing

Sangat menarik bagi saya untuk menulis seputar internet marketing karena banyak aspek yang bisa dibahas mengenai tema ini. Tetapi, rasanya perlu kita batasi internet marketing yang akan dibahas pada artikel ini adalah pemasaran melalui internet yang memasarkan produk/jasa (baik produk sendiri ataupun orang lain) bukan pemasaran internet yang bertujuan untuk iklan (adsense) atau program affiliasi.

Tanpa perlu panjang lebar lagi, di sini saya ingin menyampaikan 4 aspek "kuno" yang penting dan sering kali dilupakan oleh para internet marketer dewasa ini.

1. Trust, trust & trust
Pengakses internet yang setiap tahun terus meningkat di Indonesia (dan bukan saja meningkat, tetapi juga semakin cerdas). Beberapa tahun yang lalu kalau kita jualan produk/jasa via internet mungkin orang akan sangat ragu untuk bertransaksi karena konsumen belum paham dengan transaksi jenis ini. Selain itu, mereka tidak berdaya dalam mengontrol dan melindungi hak-haknya dalam transaksi online tersebut. Tetapi, sekarang konsumen agaknya sudah terbiasa dalam melakukan transaksi online dan sudah ada perlindungannya secara hukum di negara ini. Meskipun demikian, konsumen tetap harus hati-hati dalam bertransaksi dengan memantau terlebih dahulu status dan track record dari seller. Oleh karena itu, kunci pemasaran internet (juga pemasaran pada umumnya) sudah tentu adalah 3T :Trust,trust and trust! Pepatah bisnis kuno mengatakan : siapa terpercaya dia yang jadi juara!

Anda dapat membangun 3T dengan banyak cara, misalnya dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit testiomi pelanggan, bukti pengiriman barang dan informasi serta jaminan kualitas produk yang terpercaya. Selain itu, dengan menggunakan media sosial saat ini Anda juga dapat membangun komunitas yang dapat membantu dalam menyebarkan informasi positif seputar bisnis Anda. Hanya saja perlu diketahui bahwa media sosial ini ibarat pisau bermata dua. Jika Anda tidak bisa menggunakannya dengan baik dan bijak maka alih-alih citra positif yang menyebar tetapi justru informasi jelek yang akan menyebar tentang bisnis Anda. Oleh karena itu, Philip Kotler sudah jauh-jauh hari mengingatkan kita untuk senantiasa mengontrol komunikasi yang terjadi di antara pelanggan. Jangan sampai terjadi perbincangan negatif seputar produk kita. Lakukan antisipasi yang cepat jika mulai menemukan komentar-komentar negatif dari konsumen. Jika dikelola dengan baik, komentar negatif itu bisa menjadi saran dan masukan yang baik untuk kemajuan dan perbaikan pelayanan bisnis kita.

2. SEO jangan dilupakan
Kalau bicara internet maketing tentu ada yang kurang rasanya jika kita tidak bicara mengenai SEO (search engine optimation) karena pada prinsipnya menempatkan bisnis ke dalam internet berarti juga menempatkan bisnis kita dalam sebuah sistem pencarian yang akan ditemukan oleh calon konsumen melalui sebuah alat pencarian (yang paling populer adalah Google). Oleh karena itu, dalam memasarkan produk/jasa via internet sudah tentu harus menganalisis berbagai faktor yang menjadi sebab kenapa dan bagaimana seseorang mengunjungi atau lapak jualan kita (istilah untuk tempat jual beli online).
Saya membagi dua bagian utama dalam analisis internet marketing. Pertama, analisis umum dengan menggunakanGoogle Analityc kita akan mengetahui keyword apa saja yang digunakan oleh surfer untuk menemukan dan dari mana saja mereka berasal. Dengan demikian kita dapat mengoptimasi lapak kita agar lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen. Seperti dalam pepatah pemasaran kuno : pembeli membeli karena alasan mereka. Maka dalam era pemasaran internet : pembeli mencari sesuai apa yang mereka pikirkan dan membeli sesuai apa yang mereka cari dan temukan.

Kedua, analisis media sosial.  Kita harus pandai-pandai menganalisis dan menyusun strategi pemasaran internet yang sesuai dengan media sosial yang digunakan. Saat ini telah tersedia layanan Klout untuk menganalisis efektifitas media sosial kita dalam menjaring konsumen.
Sebut saja media sosial paling top saat ini : Facebook dan Twitter yang jelas berbeda karakteristiknya dalam pemasaran internet. Kalau di Facebook kita dapat dengan mudah menentukan pasar sesuai target yang ingin dituju, misalkan berdasarkan gender,tempat kota ataupun pekerjaan dan sebagainya. Sedangkan di Twitter kita tidak bisa menentukan target market seperti ini. Oleh karena itu, Twitter lebih efektif untuk dijadikan sebagai media  membangun brand awarness dan komunitas yang tertarik pada satu tema informasi atau lokasi tertentu dibandingkan dengan Facebook yang lebih cocok untuk display foto produk/kegiatan perusahaan.

3. Berfikir lebih strategis
Kalau sebelumnya saya menyampaikan hal taktis agar lapak jualan online kita mudah ditemukan oleh konsumen, maka pada bagian ini saya akan mengajak Anda untuk juga berfikir lebih strategis dalam menyusun strategi pemasaran internetnya.

Kebanyakan penjual online itu membayangkan bahwa dengan membuka lapak online mereka akan mendapatkan keuntungan yang besar. Padahal, kalau dihitung lebih teliti misalkan sebuah produk yang ditawarkan mempunyai keuntungan Rp. 40 ribu,maka dapat dibayangkan untuk mendapatkan profit sebesar Rp.4 juta saja dia harus menjual produk sebanyak 100 pcs sebulan!  Menurut saya, jumlah itu tidak realistis jika dibandingkan dengan biaya perawatan website dan pelayanan melalui online yang telah dikeluarkan.

Solusi terbaik adalah dengan menjadikan pemasaran internet sebagai sarana untuk membangun dna memperkuat sistem agen pemasaran via online. Dengan sistem agen yang sudah berkembang, target penjualan bisa dengan mudah tercapai tanpa perlu repot memasarkan produk secara "brutal".

4. Go International!
Salah satu yang terlupakan (dan kurang diperhatikan) oleh banyak internet marketer adalah kemampuan media internet dalam menjual produk ke dunia internasional. Jujur, disamping saya senang melihat perkembangan internet marketing di Indonessia saat ini, disisi lain say juga sangat sedih karena belum adanya (termasuk pemerintah) yang memperhatikan penjualan produk UMKM ke internasional secara online dengan serius. Lihat saja, kebanyakan produk yang dipajang di galery toko online Indonesia kebanyakan adalah produk impor dari China. Sekarang, bayangkan jika ada suatu layanan online yang menyediakan kemudahan UMKM kita untuk juga bisa memasarkan produknya secara internasional. Atau minimal memberikan pelatihan kepada UMKM tersebut bagaimana caranya bertransaksi online keluar negeri, apalagi sebenarnya banyak produk UMKM Indonesia yang jauh lebih baik dari produk negara lain.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Minggu, 13 November 2011

Keuntungan Jangan Dimakan Habis!

Sekali waktu ada yang bercerita kepada saya mengenai usaha keluarganya yang sudah berjalan hampir 20 tahun tetapi berkembang sangat lambat, malah bisa dikatakan tidak ada perkembangan sama sekali. Saya sendiri ketika kecil suka membeli sebuah jajanan tradisional di depan gang rumah dan sampai saat ini si penjual dagangan tersebut masih berjualan di tempat yang sama, dengan dagangan yang sama, gerobak yang sama, cita rasa yang sama dan hanya kulit serta raut wajah pedagangnya yang nampak semakin tua.

Saya kira pemandangan serupa banyak Anda jumpai dikehidupan nyata. Betapa banyak pengusaha kecil yang tergilas roda waktu tanpa adanya perkembangan usaha yang real. Kalau ditanya apa penyebabnya, bisa jadi banyak hal. Dimulai dari kurang pembinaan hingga terlena dengan keberhasilan yang sudah dicapai. Tetapi, sebuah hasil riset juga menyatakan bahwa sebanyak 82% bisnis hancur sebenarnya akibat manajemen arus kas yang buruk. Artinya, banyak pengusaha yang kurang memerhatikan arus kas dan mengelolanya untuk pengembangan usaha.

Dalam sebuah usaha, idealnya kita jangan menggunakan seluruh laba yang diperoleh untuk dikonsumsi secara pribadi. Tetapi, perlu disisihkan untuk pengembangan usaha dan investasi pada aset yang akan aktif memberikan kita passive income. Jangan biarkan terlalu banyak harta pasif ada dalam kas Anda. Selain untuk menyimpan dana apabila sewaktu-waktu diperlukan, berinvestasi juga merupakan langkah awal untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak dari aset aktif.

Safir Senduk, seorang ahli keuangan menyarankan agar pengusaha dapat disiplin mengelola arus kas, terutama dalam membedakan antara harta konsumsi dan harta investasi. Sebaiknya, prioritaskan 30-50% dari keuntungan terlebih dahulu digunakan untuk pengembalian modal awal. Meskipun modal diperoleh dari tabungan sendiri, penyisihan laba itu tetap wajib hukumnya! Lalu, 10-20% dari laba digunakan untuk penyusutan alat dan 10-20% untuk pengembangan usaha, sisanya baru bisa digunakan untuk konsumsi pribadi.

Ada banyak rahasia kesuksesan dalam sebuah bisnis, tetapi mengenai pengelolaan arus kas ini seringkali dilupakan. Ingatlah, persaingan di luar terus berjalan dan semakin ketat. Kalau Anda tidak mempersiapkan rencana pengelolaan arus kas yang baik untuk perkembangan usaha dan menghadapi persaingan, maka dapat dipastikan bisnis Anda akan mati tergilas waktu dan tidak akan pernah berkembang.

Meski profit bukan segalanya,tetapi berbagi profit yg besar dengan bersedekah adalah hal terbaik dalam sbuah bisnis. Maka dengan demikian, meningkatkan profit dan mengembangkan usaha adalah kewajiban bagi setiap pengusaha agar bisa bersedekah lebih banyak. Sehingga, keuntungan juga akan bertambah banyak lagi.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Senin, 07 November 2011

Resep Sukses Manajemen Ala Google

Apa yang menarik dari Google?

Ada banyak hal tentu saja. Namun, satu hal yang cukup menarik adalah adanya aturan bahwa semua software enggineer harus menggunakan setidaknya 20% waktu mereka (kira-kira sama dengan sehari dalam seminggu) untuk mengerjakan proyek apapun yang mereka minati. Google bisa jadi menyadari bahwa dengan memiliki karyawan yang cerdas dan kreatif, bukan tidak mungkin mereka  memiliki proyek "sambilan".

Aturan 20% ini merupakan cara untuk mendorong inovasi yang bagi Google memandangnya sebagai sesuatu yang penting dalam rangka membangun dan mempertahankan kultur yang benar, menciptakan tempat yang membuat orang-orang cerdas mau bekerja dan termotivasi untuk melahirkan gagasan-gagasan baru. Hasilnya banyak terobosan penting Google justru lahir dari penerapan aturan 20% ini. Proyek yang dianggap layak untuk diteruskan akan dibiayai sepenuhnya oleh Google.

Apa yang dilakukan Google ini isa dibilang berbeda dengan banyak organisasi di sekitar kita. Bagi orang-orang kreatif, "proyek sampingan" seperti ini sering membuat mereka terpaksa mengerjakannya secara sembunyi-sembunyi dan siap didepak jika ketahuan. Google menyarankan pesan sebaliknya : gunakan satu hari dalam seminggu untuk melakukan apa pun yang paling Anda inginkan. Hasilnya, mereka mampu menjadi bagian dari orang-orang kaya di dunia dan menjadi fenomena baru abad ini.

Nah, maka dari itu Anda juga bisa menerapkan prinsip 20% waktu Google ini dalam manajemen bisnis untuk menciptakan karyawan-karyawan dan pengusaha-pengusaha baru yang kreatif. Bukankah guru yang baik adalah yang bisa menciptakan murid yang lebih pintar daripada gurunya. Maka pengusaha yang sukses juga tentunya adalah pengusaha yang sukses menciptakan pengusaha lain yang lebih sukses dari dirinya.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Sabtu, 05 November 2011

Tips Memilih Jenis Usaha Untuk Mahasiswa

Banyak mungkin dari kita yg masih berstatus mahasiswa tapi sudah ingin memulai usaha. Boleh ga sih ? Jawabannya boleh-boleh aja. Tapi mari kita pelajari dulu motivasi kita membuka usaha selama mahasiswa. Kebanyakan mahasiswa membuka usaha dengan alasan berikut ini :

  • Ingin mandiri (walau dari keluarga berada)
  • Ingin membangun fondasi bisnis
  • Hanya sekedar iseng di waktu luang
  • Untuk kegiatan danus / dana usaha / pengumpulan dana
  • Karena kebutuhan bayar SPP
  • Dapat dana hibah usaha dari Dikti / lembaga

Nah, sebelum berfikir usaha apa yg cocok untuk jadi mahasiswa,coba pelajari dulu apa motivasi terbesar kamu ingin membuka usaha. Khusus untuk yg menjawab “hanya sekedar iseng” sebaiknya jangan membuka usaha dulu, karna hanya buang2 waktu. Dalam kamus saya pribadi ga boleh ada kata “iseng” !

Dalam memilih tipe usaha yg cocok untuk mahasiswa, sebenarnya beberapa hal yang perlu diperhatikan hampir sama dengan jenis usaha yang dipilih oleh ABG. Sebaiknya kita juga mengetahui karakteristik mahasiswa itu kayak gimana, yaitu dari segi waktu : berapa banyak sisa SKS kamu, semester ini kamu ngambil SKS berapa banyak, rencana SKS kamu semester depan berapa, sisa waktu kamu untuk usaha setelah dipotong waktu untuk kuliah berapa jam sehari ?

Penting kira nya untuk mengatur waktu terlebih dahulu,biar tidak bentrok. Apalagi kalau kamu termasuk mahasiswa yg aktif dalam keorganisasian. Salah atur jadwal, bisa-bisa kamu malah gagal usaha (dan parahnya gagal jadi mahasiswa). Kita tidak boleh melupakan amanat orang tua yg sudah mempercayai kita menjadi mahasiswa dan menunggu gelar sarjana kita, kecuali dalam kondisi2 tertentu yg memang kita harus memilih.

Setelah kita selesai mengalokasikan waktu untuk usaha dan kuliah,maka kita harus komitmen terhadap jadwal tersebut. Baru kemudian kita lihat sekeliling kita, kira2 ide usaha apa yg cocok kita kembangkan. Ide tersebut bisa dari hobi / kesukaan kita, dari studi kuliah kita ataupun dari sesuatu yg belum tersedia di sekeliling kita.

Selama saya jadi mahasiswa dulu, sya lihat beberapa hal yg laku dijual di sekitar kampus : 1) usaha makanan; 2) Usaha fotokopi; 3) usaha warnet; 4) Usaha kos2an; 5) Usaha bimbingan belajar dan 6) usaha laundry

Nah kira2 dari 6 jenis usaha itu, coba kita pelajari lagi :


  • Usaha makanan : karena target mahasiswa yg paling penting kamu bikin usaha makanan yg enak; murah; meriah; porsi besar; (bersih). itu yg penting di cari mahasiswa. Ga usah dulu mikir yg unik atau aneh2, yg penting laku oleh pasar.
  • Usaha fotokopi : saya rasa sudah terlalu banyak diseputar kampus pastinya usaha fotokopi, jadi kamu akan berhasil jadi pengusaha fotokopi kalau kamu bisa tampil beda : misalkan dengan ada layanan antar jemput, member card atau drive thru.
  • Usaha warnet : menurut saya pribadi beberapa tahun ke depan usaha warnet akan roboh,karna sekarang modem dan wifi sudah menjamur.
  • Usaha kos2an : bagi yg bermodal cukup besar sebaiknya usaha ini saja,karena harga rumah + tanah akan terus naik jadi bisa sekalian investasi.
  • Usaha bimbingan belajar : Anda bisa menyediakan layanan bimbingan belajar untuk siswa seputar kampus dengan staf pengajar dari teman-teman mahasiswa sendiri. Dengan kata lain Anda menjadi manager bimbingan belajar tersebut.
  • Usaha laundry : Saya pernah punya klien yg punya usaha laundry kiloan pertama di daerah jogja,dari beliau saya mengetahui sebetulnya sudah cukup ketat persaingan di usaha laundry kiloan ini, tapi kalau kamu bisa tampil beda dengan service dan harga yg bersaing mungkin kamu masih bisa bersaing diceruk pasar yg kecil untuk konsumen tertentu (segmentasi pasar kata kunci nya)

Saya pribadi juga menyarankan untuk mencari ide usaha di perpustakaan kampus. Lho kok ??

Ya, karena dari perpustakaan tersebut banyak hasil2 penelitian/skripsi/tesis/disertasi yg bisa memberikan ide dan informasi seputar usaha dan target marketnya. Bayangkan saja perusahaan mengeluarkan dana ratusan juta untuk sebuah riset, dan kamu tinggal baca saja di perpustakaan. Kamu bisa cari ide baru,ataupun mempelajari segala hal yg bisa mendukung usaha kamu di sana. Misalkan kamu ingin budidaya lele, maka cari lah skripsi/penelitian tentang budiddaya lele dan hal lainnya. Dijamin kamu akan jadi pengusaha sekaligus ahli soal lele. Bob Sadino waktu pertama kali belajar usaha telur ayam beliau mendatangkan berbagai majalah peternakan ayam dari Belanda saking di Indonesia waktu itu belum ada ahli telur ayam dan referensi masih sedikit. Di era teknologi, informasi saat ini lebih mudah di dapat, jadi ga ada alasan untuk kita mengeluh kekurangan informasi.

Nah, apapun jenis usaha yg mau kamu dalami selama jadi mahasiswa, penting kiranya usaha tersebut harus lah yg kamu sukai dan kuasai. Untuk itu belajar langsung secara pratek akan lebih baik dari pada sekedar membaca / berteori saja. Masih banyak hal lain yg harus kamu pelajari, so nikmati saja proses nya.

Semoga sukses menjadi MahaUsaha !



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Jenis Usaha Untuk 17+ (ABG)

Hush...Jangan dulu neting alias negative thinking dengan judul blog yang satu ini. Pengertian 17+ dalam tulisan ini bukan sesuatu yang menjurus pada hal-hal tabu dan di luar batas kesusilaan, melainkan pengertian secara lebih layak, yaitu jenus usaha yang cocok untuk Anak Baru Gede (ABG). 


Tulisan ini dibuat sesuai dengan request dari @amellpruth kemarin yang mengajukan pertanyaan melalui Twitter @KataPengusaha yang kurang lebih isinya adalah sebagai berikut :
"Enaknya usaha apa yg cocok buat anak yg baru injak umur 18th?"


Baiklah, saya kategorikan usaha untuk usia 17-20 tahun termasuk ke dalam jenis usaha untuk ABG. Dalam hal ini, saya tidak akan menjelaskan mengenai apa saja jenis usaha secara spesifik yang dapat dijalankan oleh mereka yang tergolong ABG ini. Tetapi saya lebih sekedar akan mengingatkan beberapa hal penting perihal jenis usaha yang akan dijalani nantinya.

Salah satu yang terpenting adalah memulai usaha dari apa yang Anda sukai dan kuasai. Dikarenakan supaya Anda tidak perlu menyita waktu terlalu banyak dengan mempelajari sesuatu bidang yang baru. Selain itu, juga karena dengan menyukai nya terlebih dahulu membuat Anda lebih fun dalam menjalaninya. Terutama saat Anda menemui masalah dalam usaha tersebut, itu tidak akan terlalu membuat Anda merasa terbebani. Karena Anda menyukainya, maka akan lebih enjoy!

Bisa jadi, Anda mempunyai lebih dari satu hal yang menjadi kesukaan dan keahlian Anda. Maka dari itu, buat lah semacam list atau daftar seputar apa  saja yang menjadi kesukaan dan keahlian Anda tersebut. Kemudian prioritaskan mana yang paling Anda sukai dan kuasai. Pilih dulu salah satu. Jangan serakah, yang nantinya akan malah membuat Anda tidak fokus dalam menjalankan usaha tersebut.

Hal kedua adalah menyelaraskan jenis usaha Anda dengan apa yang telah menjadi cita-cita/impian Anda sejak dulu. Dengan kata lain, usaha tersebut harus memiliki visi jangka panjang. Seandainya Anda menjalankan usaha tersebut, target jangka panjang apa yang ingin dicapai? Misalkan, menjalankan usaha butik online maka visi Anda ke depan adalah menjadi butik online terpercaya dan nomor satu di Indonesia (bahkan di dunia)!.

Yang ketiga, mengetahui kondisi Anda terlebih dahulu. Yaitu seputar waktu kosong Anda dalam menjalankan usaha tersebut. Usaha yang akan dijalani haruslah bisa dilakukan di antara sela-sela kegiatan Anda, karena pada usia ABG seperti ini rentang akan konflik manajemen waktu antara sekolah/kuliah dengan kegiatan usaha. Maka sudah sepatutnya Anda merancang manajemen waktu Anda dengan baik, supaya tidak kacau nantinya.

Usaha yang berbasis keahlian dan kesukaan biasanya tidak terlalu rentan untuk gagal. Di satu sisi, usia antara 17-20 tahun termasuk dalam usia yang labil atau cepat berubah. Seandainya usaha Anda gagal, maka kemungkinan Anda akan mudah putus asa dan kemudian menyerah.  Oleh karena itu, diperlukan juga komitmen yang kuat. Apakah sudah bulat tekad Anda untuk usaha ini?

Terakhir, adalah menyelaraskan usaha Anda dengan doa dan restu dari kedua orang tua serta orang-orang di sekitar Anda. Dengan demikian usaha tersebut akan terasa lebih mudah untuk dijalani, selain juga mereka bisa membantu Anda memasarkan produk/jasa Anda.

Nah, dari beberapa point penting tersebut, sekarang coba direnungkan apa usaha yang akan jalani? Silahkan jawabannya tinggalkan di kolom komentar di bawah ini. Dan semoga sukses! Amin!




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Buat Bisnis Plan Sekarang!

Banyak orang diluar sana kebingungan mencari “uang” tambahan untuk modal usaha guna meningkatkan kapasitas dan keterampilan produksi misalnya, tapi ketahui lah, sebenarnya lebih banyak lagi org “berduit” yg bingung mau dikemanakan uang nya (investor).

Seperti pernah saya baca di sebuah artikel, bahwa sekarang sebetulnya uang ada di sekliling Anda tak terlihat. Mereka berkeliling,berputar dan mencari2 di mana “tuan” nya. Apalagi ditambah dengan semakin “maya” nya dunia kita saat ini. Uang seakan berlari dari ujung dunia satu ke ujung lainnya dengan cepat. Siapa yg bisa menangkapnya, dialah “tuan” sang uang.

Bagi Anda seorang pengusaha (maupun berencana menjadi pengusaha), saya kasih tau ini soal “perangkap” si uang !
Ya, alat untuk mendapatkan kesempatan modal uang itu disebut sebagai business plan (rancangan bisnis).

Menurut teori, bisnis plan adalah suatu skema sistematis bagaimana bisnis Anda akan dijalankan dan dikembangkan.Melalui sederetan rancangan ini, kita dapat menilai, apakah suatu bisnis itu layak untuk didirikan, dikembangkan, atau mungkin malah sebaliknya, berdasarkan hasil uji kelayakannya,bsinis tersebut seharusnya tidak usah didirikan sama sekali.

Ada 3 tujuan utama seseorang membuat bisnis plan ini, yaitu :

- mendapatkan modal utama usaha yg baru akan dimulai

- mengembangkan usaha yg telah dimulai

- sebagai tugas kuliah (hehehe ini buat Anda yg masih berstatus mahasiswa terutama jurusan bisnis dan manajemen )

Dari tujuan tersebut, kita dapat membedakan siapa saja yg berkepentingan akan bisnis plan ini.

1. Pengusaha itu sendiri.

Bagi nya bisnis plan berguna sebagai “peta” perjalanan bisnis nya, dimulai dengan membangun bisnisnya dan bagaimana dia akan mengembangkannya.

2. Pemodal.

Pemodal ini terdiri dari 4 golongan utama, yaitu pemodal perbankan, investor perorangan, lembaga investasi (pemodal ventura), dan baru2 ini adalah program pemerintah (dan beberapa lomba kewirausahaan) yg mendukung kegiatan usaha kecil dan menengah,

3. Dosen (hehe yg ini juga khusus untuk mahasiswa )

Dosen di sini kemungkinan besar hanya akan melihat bagaimana cara Anda “menganalisis” masalah dan kemudian “mensintesis” solusi nya dlm sbuah bisnis plan. Ini soal kerangka berfikir ANda dan bukan hasil nilai IRR,NPV atau pun ROI nya. (maaf saya menulis ini, karena kebetulan ada diantara grup ini yg berasal dari mahasiswa yg meminta saya juga membahas tugas nya )

Nah, singkatnya, berhubungan dengan permasalahan “keuangan” Anda, maka yg akan kita coba uraikan adalah hubungan bisnis plan dan pemodal nya.Saya di sini tidak akan menjelaskan secara rinci bagaimana bisnis plan itu dibuat, Anda dapat mencari caranya di toko2 buku terdekat

Tp yg ingin saya sampaikan adalah bagaimana menarik “pembaca” bisnis plan Anda sesuai segmen “pemodal” nya.Sehingga bisnis plan Anda akan tepat sasaran dan kemungkinan besar, maksud Anda untuk mendapatkan suntikan dana akan dipenuhi.

1. Perbankan.

Bagi Anda yg bermaksud mengajukan bisnis plan / aplikasi peminjaman modal melalui lembaga perbankan, maka yg paling penting adalah perlihatkan betapa baiknya arus kas Anda dan rapihnya pencatatan keuangan Anda. Dengan begitu, pihak bank akan dapat melihat kelancaran usaha Anda dalam pengembalian modal tersebut. Ini yg paling diharapkan oleh mereka, yaitu Anda dapat mengembalikan modal pada taraf suku bunga tertentu dengan aman dan lancar .

2. Inevstor perorangan.

Jenis pemodal ini biasanya datang dari kerabat atau teman terdekat. ini soal koneksi, karena pemodal jenis ini pastinya akan lebih percaya pada kerabat dekatnya atau sesorang yg direkomendasikan oleh org yg dia sangat percaya.

Untuk jens pemodal seperti ini, yg harus diutamakan adalah jangka waktu pengembalian modal dan return of investment (ROI) nya. Sehingga sang calon pemodal akan merasa tertarik dan tergiur dengan keuntungan yg akan mereka dapat dari Anda. Tapi inilah yg paling berat bagi Anda, Anda sudah sepantas nya harus jujur, klo untung ya jelaskan untung, klo rugi ya sebutkan ruginya berapa. Dan sepakati lah di awal kerja sama, bagaimana sistem pembagian keuntungannya.

Bagi Anda calon investor, minta lah kepada pengusahatersebut uji kelayakan bisnis nya, dan diskusikan dengan org keuangan yg Anda percaya.

3.Lembaga Investasi (pemodal ventura)

Jenis pemodal ini dapat dibilang “baik” karena modalnya besar, tapi juga dapat dibilang “jahat” karena syarat2 nya yg tergolong “sadis” dan tidak sedikit pengusaha yg malah keluar dari perusahaannya sendiri.

Jenis pemodal ini, bukan lagi melihat kelancaran arus kas atau ROI nya. Mereka lebih berani untuk mengambil keputusan jangka panjang yg penuh resiko. Yg mereka harapkan adalah bahwa kelak (lebih cepat lebih baik) bisnis Anda akan bisa dilepas di bursa saham tentunya dengan asumsi harga saham perusahaan Anda yg akan semakin tinggi. Sampai tahap ini, Anda harus hati-hati. Karena yg anda perjual belikan adalah “KERTAS” bukan produk ataupun jasa. (Untuk ini, saya sangat menyarankan menonton film The Company Man, mudah-mudahan masih on air di bioskop2 kesayangan Anda, baru sekitar 2 minggu yg lalu sya menonton nya )

4. Pemerintah (atau organisasi pnyedia modal melalui lomba2 kewirausahaan)

Untuk jenis ini, akan sangat ditentukan oleh administrasidan birokrasi nya…Lakukan saja apa yg diminta merujukn pada aturan penulisan bisnis plan yg baik dan benar

Nah, setelah panjang lebar ini (kuliah kali yah…heheh) semoga Anda terbantu dalam menyusun bisnis plan untuk menangkap “modal” Anda.

Jangan tunggu sampai sesorang meminta bisnis plan Anda, persiapkan dari sekarang !! (kemudian baca, dan perbaiki lah sampai sempurna )




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :