photo PROMO_zpsdc816b8f.gif


Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

JUST DO IT !

JUST DO IT ! 

Memulai bisnis sendiri memang harus siap dengan segala resiko yang akan terjadi nanti. Seorang Entrepreneur harus selalu siap menghadapi resiko apapun itu, yang akan menghambat jalan roda bisnisnya. Karena itu, dibutuhkan sebuah “keberanian”. Keberanian dalam berpikir di luar jalur pemikiran orang-orang kebanyakan. Berani memikirkan hal-hal yang tidak pernah dipikirkan oleh orang lain. Berani berpikir ke luar dari jalur berpikir logika rasional. Berani dicemooh atau diremehkan orang lain. Yah – “keberanian” inilah yang tidak semua orang mempunyainya.

Jika dalam pikiran Anda sudah terbersit sebuah keinginan untuk memulai bisnis sendiri, segera lakukan! Pupuklah keberanian Anda, jangan ragu-ragu untuk memulainya, langsung saja take action. Kalau keinginan untuk berbisnis sudah menggoda Anda, langsung saja lakukan tindakan ke arah sana, jangan terlalu banyak berteori dan berhitung-hitung. Hal itu bisa Anda lakukan sambil jalan menekuni bisnis baru Anda.




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Minggu, 08 Januari 2012

Jangan Salahkan Waktumu!

Anda mungkin pernah berkata seperti ini : 

"Ah, seandainya saya bisa mengulang waktu mungkin banyak hal yang bisa saya lakukan"

Atau seperti ini :

"Seandainya saya tahu peluang itu dari dulu mungkin sekarang saya sudah menjadi seorang yang sukses dan kaya raya"

Hal tersebut sama dengan apa yang diperbincangkan seorang teman saya beberapa waktu yang lalu, ketika dia merasa menyesal tidak melakukan sesuatu yang harusnya dilakukannya dari sejak dulu. Tetapi, pertanyaannya : Apakah kita bisa kembali ke waktu yang lalu? 


Nah, pada kesempatan kali ini mari kita berdiskusi tentang hal ini.

Apakah Anda pernah menonton trilogi (atau salah satunya) film Back to the Future?

Film yang pertama kali ditayangkan pada tahun 1985 ini menceritakan dua tokoh utamanya yang berkelana mengarungi dimensi waktu dengan menggunakan sebuah mesin waktu yang berupa mobil merek De Lorean. Mereka sebenarnya hidup di tahun 1985, tetapi karena ada berbagai masalah, mereka pergi ke berbagai era : tahun 1955, 2015 dan 1885, sampai mereka kembali lagi ke tahun 1985.

Film ini memang fiktif, tetapi terlepas dari itu, kembali ke masa lalu dan berpetualang ke masa depan sudah menjadi impian orang dari sejak dulu. Pada film kartun jepang, Doraemon, pun mesin yang paling digemari oleh anak-anak adalah mesin waktu.

Kenapa?

Karena setiap orang merasa selama ini banyak melakukan kesalahan di masa lalu dan penasaran dengan kejadian yang akan terjadi di masa depan.

Kita semua tahu bahwa kita hidup dalam tiga masa. Yaitu masa lalu, saat ini dan masa depan. Namun, sebagian dari kita hidup di hari ini dengan kekecewaan pada masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan. Padahal seharusnya yang kita lakukan sekarang adalah bijak dalam menyikapi apapun yang terjadi hari ini. Masa lalu kita mungkin buruk tetapi masa depannya masih suci. Tergantung dari apa yang kita siapkan hari ini.

Oleh karena itu, agar bisnis dan kehidupan Anda lebih berkualias, bisakanlah untuk membuat Target 90 Hari. Yaitu berisi komitmen Anda mengenai target-target jangka pendek yang akan Anda capai dalam kurun waktu 90 hari ke depan. Karena menurut para ahli, apabila sesuatu dilakukan selama 90 hari berturut-turut maka hal itu akan menjadi kebiasaan di hari-hari berikutnya. Jadi, kalau Anda telah mencapai sukses yang konsisten selama 90 hari pertama, maka Anda akan lebih mudah mencapai sukses di 90 hari berikutnya. Dan demikian selanjutnya, apabila indikator Target 90 Hari Anda telah tercapai, tingkatkan standarnya lebih tinggi lagi dan rancang target-target di 90 hari selanjutnya yang lebih menantang! 

Lalu, bagaimana dengan peluang yang sudah terlewati?

Tidak perlu merisaukan peluang yang dulu-dulu. Peluang itu selalu ada, seperti udara yang kita hirup setiap saat. Mereka banyak tapi kadang tidak terlihat hanya bisa dirasakan manfaatnya jika kita menggunakannya. Lihat peluang saat ini dengan baik dan maksimalkan sekarang!

Sudahlah, sekali lagi saya sampaikan sesuatu yang sering dikatakan oleh para orang bijak :

Kalau kita mengisi hati ini dg penyesalan hari kemarin & kekhawatiran akan hari esok,maka kita tidak akan mempunyai hari ini untuk disyukuri




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Senin, 02 Januari 2012

Alasan Orang Tua Melarang Anaknya Jadi Pengusaha

Suatu ketika ada seorang teman saya yang datang ke rumah dan dia bercerita tentang kekhawatirannya jika dia tidak menjadi sukses. Dia selalu bercerita bahwa beban terasa berat untuknya karena berhubungan dia merupakan anak pertama di keluarganya, terlebih lagi dia adalah anak laki-laki yang secara tidak langsung dituntut untuk meneruskan orang tuanya.

Dia begitu khawatir karena juga statusnya yang masih sebagai mahasiswa di saat teman-temannya (termasuk saya sudah lulus dan sedang meniti karir). Setelah dia selesai bercerita, saya ambil kesimpulan bahwa dia terserang suatu sindrom, yang dinamakan sindrom anak pertama!

Pertama kali saya mendengar sindrom ini dari mentor saya, ketika sindrom serupa menyerang saya beberapa tahun yang lalu. Waktu itu, saya bercerita kepada mentor saya bahwa ibu saya sangat khawatir jika setelah lulus kuliah saya memilih untuk tidak bekerja dan malah melanjutkan usaha/bisnis. Maklum, ibu saya masih termasuk orang yang memegang stereotipe umum bahwa setelah lulus kuliah seorang harus bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit agar bisa membanggakan orang tuanya atau secara aman menjadi pegawai negeri.

Mentor saya kemudian bilang :

"Seorang ibu itu wajar kalau khawatir akan masa depan anaknya, terutama kamu adalah anak pertama. Itu adalah sebuah sindrom yang normal terjadi pada seorang ibu. Ini seperti proses melahirkan pertama kali. Ada rasa deg-deg an, khawatir, takut dan cemas berkecamuk. Karena saat kamu lulus kuliah itu artinya kamu juga akan dilahirkan kembali menjadi manusia baru. Apalagi kalau kamu punya seorang adik, maka kesuksesan atau kegagalan kamu akan menjadi panutan untuk adikmu."

Saya ceritakan hal serupa kepada teman saya dan kemudian teman saya menjawab :
"Bener juga ya!"
Dan memang sudah tentu benar!

Ada istilah yang mengatakan : Life begin at 20th. Yang artinya hidup kembali dimulai setelah usia 20-an. Seperti proses reborn. Apakah kamu ingin dilahirkan secara sesar yang lebih aman, atau secara alami yang penuh resiko atau ada keyakinan dan kebahagiaan tersendiri. Maka dalam hidup sama juga seperti itu. Menjadi pegawai itu adalah cara amannya sedangkan menjadi pengusaha adalah penuh resiko tetapi sangat indah.

Sindrom ini tidak hanya terjadi pada anak pertama, tetapi juga pada anak yang bukan anak pertama, tetapi adalah dia menjadi orang pertama yang membangun bisnisnya sendiri. Seperti saat kemarin juga saya berkunjung ke tempat teman saya yang lain, saya ditanya oleh orang tuanya : "Mas, kenapa sih pilih berbisnis? Padahal kan jadi pekerja lebih terjamin? Itu juga sama dengan anak saya". Beliau bertanya seperti itu, karena anaknya tersebut baru saja keluar dari tempatnya bekerja, di sebuah perusahaan makanan multinasional yang cukup menjanjikan untuk karirnya. 



Sebuah riset mengatakan bahwa 51,9% pengusaha yang sukses adalah orang pertama dalam keluarganya yang membangun bisnis sendiri. Dan inilah adalah tantangan terbesarnya : berjuang mempertahankan keputusan menjadi pengusaha terhadap keinginan orang tua.

Lalu, bagaimana untuk mengatasi permasalahan ini?



Untuk mengatasi sindrom ini, tidak ada cara lain selain mengkomunikasikan kembali apa yang menjadi impianmu kepada orang tua dan bagaimana kamu akan mewujudkan impian tersebut.Dengan demikian dia menjadi yakin bahwa apapun pilihan kamu, kesuksesan sudah di depan mata. Entah itu menjadi pengusaha ataupun menjadi pegawai. Seorang motivator bilang bahwa selaraskanlah impianmu dengan keinginan orang tua, dengan demikian impian itu akan menjadi lebih mudah untuk dicapai dan tidak perlu lagi khawatir.


Dan penting untuk diingat : 
Setiap orang tua menginginkan anaknya mendapat yang terbaik. Jadi yang terpenting adalah bukan kita akan menjadi apa, tapi yakinkan & buktikan ke orang tua mu bahwa dengan menjadi pengusaha/entrepreneur itulah jalan terbaikmu!


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Sabtu, 31 Desember 2011

Sukses Muda di Tahun 2012?

Seharusnya isi dari posting ini saya publish beberapa hari yang lalu, saat masih dalam kalender tahun 2011. Tapi berhubung satau dan lain hal, saya baru sempat untuk publish sekarang.


Banyak sekali buku, blog dan Twitter yang mungkin sudah membahas topik yang sau ini. Ya, Sukses Muda. Siapa yang tidak ingin mendapatkan predikat tersebut. Setelah pada abad ini seorang pemuda berhasil menjadi milyarder karena menemukan sebuah media jejaring sosial yang sangat kontroversial, Facebook, sekarang jutaan pemuda-pemudi di luar sana berbondong-bondong mengejar mimpi yang sama.


Saya sendiri menjadi tertarik dengan tema ini. Hanya saja bukan karena target kesuksesannya, melainkan dengan definisi "muda" pada rangkaian kata "sukses muda". Seberapa muda sih seseorang itu bisa dikatakan bahwa dia itu telah mendapat predikat "sukses muda"? Atau mungkin pada usia berapakah seorang bisa dikatakan dia telah "sukses muda".


Untuk menjawab pertanyaan ini, saya kemudian bertanya kembali kepada followers @KataPengusaha :


"menurut kalian, sukses muda itu umur berapa sih?"


Dan inilah berikut beberapa jawaban dari mereka :
@maurizashadow25 tahun
@shellamuthya : 19 tahun
@adityoviole : 25 - 35 tahun
@yundieprasetyoo : 23 tahun


Dari sedikit jawaban di atas, saya sendiri cenderung berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan sukses muda apabila dia telah mencapai apa yang menjadi targetnya pada usia 25-26 tahun. 


Kenapa?
Karena memang demikian, rata-rata orang sukses menemukan kesuksesan mereka pada usia produktif tersebut. Contoh paling berkesan adalah Nabi Muhammad SAW sendiri sukses menjadi pedagang saat usia beliau mencapai 26-27 tahun. Sedangkan Albert Einstein juga menemukan teori relativitasnya pada saat usia 27 tahun. Begitu juga Mark Zuckerberg, sang penemu Facebook juga mendapat gelar milayder kaya di usianya yang baru mencapai 26 tahun.


Lalu, bagaimana dengan yang sudah lewat batas waktu itu? Apa masih bisa dikatakan sukses muda?
Menurut saya, selama dia masih memiliki jiwa muda : IYA! Sukses sendiri tidak dibatasi oleh umur, Kolonel Sanders sukses membangun kerajaan bisnis KFC-nya malah diusia senja yang sudah tidak lagi muda. Tetapi, semangatnya masih muda!

Atau bagaimana dengan anak-anak berprestasi di usia <20 tahun?
Patut kita bangga dengan mereka yang berhasil meraih prestasi di usia yang memang terbilang masih sangat muda. Bahkan, mungkin Anda tahu beberapa artis cilik yang sudah berpenghasilan di atas penghasilan rata-rata orang dewasa yang bekerja full time. Tetapi, Anda juga harus paham bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari materi dan prestasi (ingat, saya bukan berbicara soal kaya muda tetapi sukses muda!). Melainkan juga dari tingkat kedewasaannya dalam menyikapi materi dan prestasi tersebut. Tetaplah posisikan mereka sebagai anak yang sedang beranjak dewasa yang masih memerlukan hiburan, belajar, bermain dan bersosial layaknya anak-anak sebaya mereka.

Nah, sekarang adalah moment yang tepat untuk mendeskripsikan kembali sukses muda mu di tahun baru 2012.
  1. Tetapkan kembali di usia target sukses mudamu itu apa aja yg ingin dicapai
  2. Pecah target besar itu jd target-target jangka pendek sesuai kemampuanmu saat ini dan segera wujudkan satu demi satu target-target jangka pendek tersebut.
  3. Hitung selisih usiamu dg usia target sukses muda mu,brp tahun lagi?
  4. Persiapkan segalanya di tahun 2012 ini dan pastikan kamu semakin dekat dengan target sukses mudamu


Gimana, sudah siap sukses muda di tahun 2012?





Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?


Atau share artikelnya :

BOS dan PEMIMPIN

Seringkali kita mencampuradukkan dua pengertian di atas dalam satu spektrum arti yang sama. Bos itu ya pastilah Pemimpin, tak ada perbedaan. Padahal kedua istilah itu memiliki makna tersirat sendiri-sendiri. Silahkan renungkan perbedaan keduanya. 


Klo BOS bilang : Km salah! Maka PEMIMPIN akan bilang : Kita yg salah
Klo BOS hnya tahu apa yg harus dikerjakan, PEMIMPIN tahu bagaimana mengerjakannya
Klo BOS menuding siapa yg salah, PEMIMPIN memberi tahu apa yg salah
Klo BOS menyuruh anak buah, seorang PEMIMPIN itu menginspirasi anak buahnya
Klo BOS menuntut hormat, seorang PEMIMPIN memiliki respek yg tinggi

Dan berikut ini beberapa tanggapan followers @KataPengusaha mengenai perbedaan antara Bos dan Pemimpin.

@udinTVbos suka nyuruh! pemimpin suka mengajak.. bos suka nyuruh n marah marah, pemimpin suka kasih contoh
@ : BOS ditakuti, PEMIMPIN disegani
@ : BOS memberi contoh,klo Pemimpin menjadi contoh
@MasAmbangBos: Ber-kuasa..!, Pemimpin: Ber-kahrisma..!

Nah, menurut Anda apakah ada lagi perbedaan antara Bos dengan Pemimpin?
Mau menambahkan jawaban, silahkan isi komentar di bawah ini.

Pilih jadi Bos atau Pemimpin?
Paling tidak, Anda tahu kapan harus berprilaku sebagai Bos dan kapan sebaiknya bertindak selaku Pemimpin.


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Rabu, 28 Desember 2011

Kenapa Nge-Blog?

Setelah sekian lama menulis di blog ini dan melalui Twitter @KataPengusaha akhirnya saya sampai pada pertanyaan :

"Kenapa saya menulis blog?"
Pertanyaan singkat tetapi cukup dalam maknanya. Yaitu ketika tanpa sadar banyak di antara kita yang memulai aktivitas blogging karena mencari popularitas atau imbalan dari iklan / adsense. Seperti beberapa klien saya yang meminta agar website/blognya ada di urutan pertama indeks pencarian Google dengan keyword tertentu. Apalagi alasannya supaya web nya dapat ditemukan dengan mudah oleh konsumen targetnya (kebetulan web/blog itu adalah situs jual beli online).

Sama halnya dengan layanan micro-blogging seperti Twitter, yang saat ini ramai oleh akun dengan target mencari followers sebanyak-banyaknya (alasan popularitas). Teman saya contohnya, dengan rutin melihat jumlah followersnya yang berkurang atau bertambah setiap hari. Dan yang lebih parahnya lagi, ada juga jasa pencarian followers bahkan jual beli akun twitter dengan estimasi harga tergantung jumlah followersnya.

Lah, bukannya SEO itu penting untuk blogger?

Nah, ketika kita terjebak oleh suatu ratting seperti SEO dan jumlah followers seperti itu, maka apa bedanya kita dengan "buruh ketik" yang hanya menulis blog karena popularitas atau sesuatu yang sebenarnya tidak kita sukai. Terlepas dari manfaat SEO dan jumlah followers yang dapat meningkatkan citra kita sebagai blogger, jika kita melakukan blogging dengan hanya tekanan rating seperti itu tulisan kita niscaya tidak akan menjadi sebuah karya yang baik tetapi akhirnya hanya menjadi suatu komoditas yang tidak ada nilainya.

Bukankah banyak juga artis yang sekarang terkenal karena blognya yang ramai dan mereka sukses dengan karyanya?

Ketika diri kita diikat oleh popularitas, maka saat popularitas itu hilang niscaya seketika itu kita akan merasa sudah mati. Setidaknya itulah yang saya pegang dari hasil belajar saya kepada @pidibaiq. Menulis seadanya saja sesuai minat kita, biarkan popularitas mencari jalannya sendiri dengan tidak menyalahi hati nurani.

Lalu, apa alasan saya menulis blog?

Alasannya sederhana :

Dengan membaca kita tahu dunia, dengan menulis kita mempengaruhi dunia. Dengan membaca kita tahu pikiran orang lain, dengan menulis orang lain menjadi tahu apa yang kita pikirkan. 


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Selasa, 27 Desember 2011

Entrepreneur Idol

Sebentar lagi akan dimulai ajang pencarian bakat terbesar di Indonesia. Ya, apalagi kalau bukan Indonesian Idol. Acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka yang mempunyai impian untuk menjadi penyanyi TOP Indonesia ini akan kembali mewarnai panggung hiburan tanah air dari mulai tahap audisi samapi grand final yang penuh kontrofersi.


Tapi, bukan Indonesian Idol yang akan bahas selanjutnya pada posting kali ini. 


Kemarin saya mencoba bertanya pada followers @KataPengusaha tentang siapa yang menjadi Entrepreneur Idol mereka. Dan berikut adalah kandidat Entrepreneur Idol yang dipilih dari followers @KataPengusaha :

  1. Sandiagan Uno
  2. Chairul Tanjung
  3. Ciputra
  4. Purdi Chandra
  5. Merry Riana
  6. Bong Chandra
  7. Dahlan Iskan
  8. Bob Sadino
  9. Saptuari
  10. Jaya YEA

Selain 10 top Entrepreneur Idol hasil survey di atas, ada juga yang menjawab Nabi Muhammad SAW sebagai panutan Entrpreneurnya. Atau @alamudhi yang me-reply tweet dengan menyebutkan orang tuanya sebagai Entrepreneur Idol nya.


Lalu, siapa Entrepreneur Idol mu?


Nah, siapapun yang kita idolakan tetaplah untuk menjadi diri kita sendiri. Ambil yang baiknya, benahi yang kurangnya. Nyatanya, tidak ada orang yang sukses dengan mencontek 100% idolanya. Sebaliknya, setiap orang sukses justru punya cara & jalan sndiri meski alurnya nampak sama.


You just need to find your own way to reach success (@ilmimix)


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Obat Stress Paling Mujarab!

Setiap hari kita selalu bertemu dengan tantangan & masalah, baik yang baru ataupun yang belum terselesaikan. Di antara banyak masalah itu kita seringkali terjebak dalam stress yang berat. Hidup yang seharusnya berjalan dengan santai, seolah-olah menjadi sangat tertekan. Atau menyebabkan kita menjadi panik dalam menghadapi masalah yang sebetulnya bisa dengan mudah diselesaikan jika dalam keadaan tenang/santai.

Nah, pada posting kali ini saya mau berbagi salah satu cara untuk mengembalikan keadaan tenang/santai/rileks kita sehingga bisa berfikir lebih jernih dalam mengambil setiap keputusan & memecahkan masalah Anda. Rahasianya adalah "tertawa".

Ya, TERTAWA.

Coba renungkan, kapan terakhir kali Anda tertawa lepas?
Maka saat itulah terakhir kali Anda merasa menjadi orang paling bahagia di bumi ini.

Di satu sisi, mungkin terlalu banyak penghalang dalam kehidupan sehari-hari kita sehingga membatasi kita untuk tertawa. Bandingkan dengan saat kita masih bayi / balita. Kita sering tertawa lepas penuh bahagia. Tanpa stress atau pusing memikirkan hal-hal kecil yang membuat pusing kepala.

Lalu, apakah sekarang kita tidak boleh tertawa dengan lepas?

Jawabannya, tentu sangat boleh!

Di bawah ini adalah salah satu video favorit saya yang bisa membangkitkan selera tertawa & menciptakan suasana tenang.
Coba lihat video di bawah ini & tertawalah. Semoga membantu Anda kembali segar!





Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Kamis, 15 Desember 2011

Alasan Orang Sulit Bikin Sistem Bisnis

Suatu ketika ada seorang teman mengirim tweet yang isinya kurang lebih begini : "Kok semakin sukses bisnis itu semakin capek ya???" Malah jadi ga ada waktu untuk istirahat"

Saya beritahu Anda bahwa pendapat itu salah besar! Atau jangan-jangan orang yang bilang seperti itu justru sebetulnya belum bisa dikatakan sukses dalam bisnisnya. Yang benar dan yang jelas semakin sukses kita semakin mempunyai tanggung jawab yang besar.

Lalu, kenapa hampir 70% pengusaha pemula mengatakan hal yang sama seperti teman saya tadi?
Jawabannya : Karena kebanyakan dari mereka belum berhasil membangun SISTEM-nya!

Menurut guru kekayaan, Robert T. Kiyosaki, seorang baru dikatakan berada dalam kuadran "B" (bussiness owner) jika dia sudah mempunyai sistem bisnisnya. Dengan sistem itu dia sudah tidak harus berada di dalam lingkungan bisnisnya. Seperti halnya robot otomatis, sistem itu yang akan mengerjakan segala urusan bisnis dan membawakannya keuntungan dalam bentuk uang, sementara orang yang bersangkutan bisa menikmati waktunya dengan bebas.

Sistem itu akan mengontrol dan menjalankan segala hal di dalam bisnis tersebut, termasuk masalah operasional, pemasaran dan pembukuan keuangan. Namun, untuk membangun sistem tersebut bukanlah perkara mudah. Harus dikorbankan sejumlah uang, tenaga, pikiran dan waktu agar sistem yang kita impikan dapat berjalan dengan baik dan efisien. Oleh karena itu, bisnis berbasis franchise banyak dicari orang yang tidak ingin repot menyusun sistem bisnis dan ingin langsung menjalankan sistemnya saja.

Di sisi lain, sebenarnya membangun sistem bisnis itu juga bisa dikatakan gampang-gampang susah. Yang perlu Anda ingat, bahwa membangun bisnis sejatinya adalah membangun sistem, terutama adalah sistem distribusi. Ya, distribusi produk, distribusi pelayanan, distribusi sales dan distribusi rizki. Fokuslah pada kata kunci "distribusi". Bangun sebuah sistem distribusi yang baik mencakup semua aspek di atas. Dengan demikian Anda akan menciptakan suatu sistem bisnis yang kuat. Konon, perusahaan sekelas Philip Morris berani membeli perusahaan rokok Sampoerna dengan harga fantastis justru karena sistem distribusi produknya yang baik. Oleh karena itu, mereka bisa mendistribusikan rokok sampai ke seluruh pelosok tanah air.

Lalu, apa susahnya membangun sistem bisnis?
Jawabannya sangat singkat namun tegas, yaitu EGO!

Kebanyakan pengusaha muda harus melawan ego nya sendiri untuk bisa memberikan kepercayaan kepada orang lain dalam mengerjakan suatu tugas di dalam bisnisnya. Sebagian dari kita sering terjebak dalam lingkaran ego bahwa kita merasa hanya kita yang terbaik dalam melakukannya, sehingga tidak mudah percaya dengan hasil pekerjaan orang lain. Hal ini terutama terjadi pada mereka yang bisnisnya berbasis keteknisan, seperti desainer atau montir. Bagi kaum profesional seperti mereka, ego ingin mengerjakan segala sesuatunya sendiri adalah hambatan terbesar dalam membangun sebuah sistem bisnis.

Jadi, harus bagaimana?
Ya, tidak lain mulai sekarang harus mulai menekan ego kita sebagai seorang teknis atau ahli di bidang tertentu. Mulai ambil langkah manajerial dengan merekrut beberapa pegawai untuk membantu bisnis kita. Pelajari juga bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Dan tetap fokus pada impian kita, bahwa ketika sistem ini sudah berjalan kita bisa menikmati kesuksesan dengan lebih santai.

Sudah jelas?
Kalau belum, ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Rabu, 14 Desember 2011

4 Hal Yang perlu Diperhatikan WomenPreneur

Saat ini era emansipasi wanita. Di era ini kaum hawa tidak lagi terkurung di dapur atau kamar saja. Kini, mereka mempunyai kebebasan apa yang mereka inginkan, termasuk menjadi pengusaha atau womenprenuer. Bahkan, dari 0,16% pengusaha yang ada di Indonesia, 0,10% nya adalah wanita! Dan penyelamat negeri ini saat terjadi krisis moneter 1997-1998 juga adalah UMKM yang digerakkan oleh kaum ibu.

Wow! Dengan demikian kaum wanita saat ini sudah tidak bisa diremehkan perannya dalam pergerakan ekonomi suatu bangsa. Namun, sayang nya ada 4 hal yang masih mengganjal mereka dalam berbisnis, terutama terkait dengan kodrat mereka sebagai kaum hawa.

#1 Tertalu Berempati
Wanita secara kodrat adalah mahluk yang memiliki empati lebih besar dari pada pria. Bisa dikatakan segala sesuatu yang terjadi selalu mereka masukkan ke dalam hati. Di satu sisi, peribahasa bisnis kuno mengatakan bahwa bisnis itu jangan pakai hati, yang ada malah makan hati!
Oleh karena itu, penting kiranya untuk womenpreneur mengontrol empati mereka. Jangan sampai terkena tipu karena merasa kasian dengan lawan bisnis atau konsumen yang pandai memainkan empati wanita.

#2 Lebih Takut Gagal
Secara umum wanita juga merasa lebih takut gagal dibandingkan dengan pria. Tidak jarang womenpreneur kalah bersaing sebelum bisnis berjalan hanya karena tidak percaya diri dengan kemampuannya. Padahal, perlu diingat bahwa istri Rasullullah S.A.W., Siti Khadijah, juga merupakan seorang womenpreneur yang sangat sukses. Tidak ada alasan wanita untuk takut gagal. Setiap orang berpotensi untuk sukses, termasuk Anda sebagai wanita.

#3 Rentan Untuk Stress
Berhubungan dengan sifat empati tadi, wanita menjadi lebih rentan untuk stress karena terlalu banyak yang dimasukkan ke dalam hati dan akhirnya berdampak pada pikiran yang dapat memacu stress. Oleh karena itu, sekali lagi saya ingatkan untuk pandai-pandai mengelola empati agar tidak terjerumus dalam lubang stress yang sebetulnya tidak perlu Anda pikirkan.

#4 Kultur Budaya Yang Masih Timpang
Walaupun saat ini adalah era emansipasi wanita, tidak jarang masih ada saja keluarga yang membatasi anak perempuannya untuk menjadi seorang womenpreneur. Yang perlu diingat, setiap orang tua itu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Jadi, tidak perlu khawatir dengan pandangan orang tua yang tidak setuju dengan womenpreneur, tetapi buktikanlah bahwa pilihan Anda untuk menjadi seorang womenpreneur adalah yang terbaik untuk masa depan Anda dan keluarga!

4 hal di atas jangan Anda jadikan alasan untuk mundur sebagai womenpreneur, tapi jadikan itu senjata utama untuk bangkit dan berkembang sebagai womenpreneur yang sukses!



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Senin, 21 November 2011

Alasan Banyak Wanita Pilih Pengusaha

Mungkin masih ingat berita Krisdayanti yang “selingkuh” (yang kemudian menikah) dengan Raul Lemos yang berstatus pengusaha dan masih banyak cerita serupa lainnya. Bahkan setiap hari saya banyak baca twit wanita ingin punya cowok/suami pengusaha. Kira-kira apa ya alasannya ? Mari kita simak jawaban tweeps berikut ini :
1. @mirzazuhri : Mana ad org mau hdup susah
2. @RilmaL : ingin berkehidupan yg cukup karena cinta gabisa bikin kita kenyang
3. @Don_wanz : Waktu lebih flexibel dan tdk tergantung org laen..tul gak??
4. @adhetika_arie : Biar hidup.a enak lach,
5. @aliyahuzna : karena mereka2 itu matre, kalo gak, pasti pengen punya cwo/suami ustad
6. @lipir : lebih brtanggungjwab, dan pkerjakeras :)
7. @Re_git : Males kerja :D
8. @apriliamawei : Supaya hidup #langgeng
9. @rahmadower_cntx : jam krj fleksibel,g ad jenjang karir krn sdh pst jd bos,slain mnafkahi dri sdri&kel jg bs mnafkahi org lain *indahny b’bagi:)
10.@AninNarulita : waktunya lebih fleksibel bareng keluarga pluus bisa jadi partner in working. Kalo dikantor kan jarang boleh bareng :P
Wow,jawabannya macem-macem ternyata.Dari mulai hal materi sampai alasan sikap/kepribadian pengusaha yang menarik banyak wanita. Tapi apapun alasannya sebaiknya cintailah pasanganmu bukan sebagai pengusaha,tapi sebagai orang yang memang kamu cintai dengan apa adanya.Kalau pun kamu dapet cowok/suami pengusaha,anggap kekayaannya sebagai bonus aja,toh ga semua pengusaha itu kaya karena kekayaan itu relatif. #KataPengusaha




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Sabtu, 19 November 2011

Dunia Sekolah Vs Dunia Kerja

Saat ini ketika banyak orang bekerja tidak sesuai dengan bidang keilmuannya dan tahu bahwa level pendidikan itu belum tentu jaminan untuk menjadi sukses, banyak yang bertanya “Lantas buat apa sekolah?”. Karena rasa penasaran yang iseng saya coba lempar pertanyaan pada followers@KataPengusaha :
Q : Kira2 berapa persen “ilmu” yg kamu dapat di sekolah/kampus kamu yg dipakai “real” di dunia kerja/usaha? #jawabjujur
Ternyata jawabannya beragam, dari mulai range 0 - 100% yang sangat menarik untuk dishare. Berikut ini cuplikan beberapa reply dari followers@KataPengusaha :
1. winoto : 0%
2. emirzarry : 26% hehe
3. raztarock : 50%
4. ByondinaPrima : 10%, sisanya kemauan dan pengalaman 
5. DilaPrabowo : Hampir 80 persen 
6. aaronannar : 100% yaitu mengolah informasi dan mengambil kesimpulan, itu sy gunakan sehari2 
Masih banyak reply yang lain tapi saya kira jawaban di atas cukup mewakili keadaan saat ini, bahwa bagi yang memang bekerja tidak sama sekali berhubungan dengan bidang pendidikannya, pasti menjawab 0%, selebihnya adalah mereka yang masih merasa mendapatkan manfaat dari ilmu yang didapat dari sekolah/fakultasnya untuk dipergunakan di dunia kerja. 
Sedangkan saat ini juga kita ketahui bahwa banyak nyatanya pengusaha yang sukses justru tidak sarjana bahkan hanya tamatan SMP atau bahkan SD. Mas Pramono misalnya, Founder Ayam Bakar Mas Mono ini  hanya mengenyam pendidikan sampai tingkat SMA atau Hendy Setiono yang sukses membangun usaha Kebab Baba Rafi, beliau harus terpaksa tidak melanjutkan kuliah demi fokus pada usahanya. Jadi apakah level pendidikan itu menjamin kesuksesan seseorang dalam suatu bidang tertentu ?
Sebetulnya level pendidikan S1 itu untuk menganalisis masalah,S2 mencari solusi mslah,S3 mengambil solusi terbaik.Seorang pengusaha meski tidak sarjana,tp hrus bisa 3 aspek tersebut. Hal itu bisa dilatih dengan belajar dari pengalaman tentunya. Tetapi pengalaman hanya akan jadi “guru terbaik” jika kita menyimak “pelajarannya” baik2,tidak bolos untuk instrospeksi diri.
Adapun level pendidikan  D3 adalah untuk mngrti aspek keteknisan,secara umum pengusaha juga harus mengerti itu tp akhirnya akan didelegasikan tugasnya pada karyawan2nya.
Belajar bisa dari mana saja dan dari siapa saja. Memang tidak perlu kuliah dan sesuai bidang keilmuan untuk menjadi pengusaha,tapi bukan berarti kita boleh berhenti belajar, karena sesungguhnya orang bodoh itu bukan orang yg tidak pintar dan gak skolah,tapi adalah orang yang berhenti belajar karena sudah merasa pintar. Betul ?



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Minggu, 13 November 2011

Keuntungan Jangan Dimakan Habis!

Sekali waktu ada yang bercerita kepada saya mengenai usaha keluarganya yang sudah berjalan hampir 20 tahun tetapi berkembang sangat lambat, malah bisa dikatakan tidak ada perkembangan sama sekali. Saya sendiri ketika kecil suka membeli sebuah jajanan tradisional di depan gang rumah dan sampai saat ini si penjual dagangan tersebut masih berjualan di tempat yang sama, dengan dagangan yang sama, gerobak yang sama, cita rasa yang sama dan hanya kulit serta raut wajah pedagangnya yang nampak semakin tua.

Saya kira pemandangan serupa banyak Anda jumpai dikehidupan nyata. Betapa banyak pengusaha kecil yang tergilas roda waktu tanpa adanya perkembangan usaha yang real. Kalau ditanya apa penyebabnya, bisa jadi banyak hal. Dimulai dari kurang pembinaan hingga terlena dengan keberhasilan yang sudah dicapai. Tetapi, sebuah hasil riset juga menyatakan bahwa sebanyak 82% bisnis hancur sebenarnya akibat manajemen arus kas yang buruk. Artinya, banyak pengusaha yang kurang memerhatikan arus kas dan mengelolanya untuk pengembangan usaha.

Dalam sebuah usaha, idealnya kita jangan menggunakan seluruh laba yang diperoleh untuk dikonsumsi secara pribadi. Tetapi, perlu disisihkan untuk pengembangan usaha dan investasi pada aset yang akan aktif memberikan kita passive income. Jangan biarkan terlalu banyak harta pasif ada dalam kas Anda. Selain untuk menyimpan dana apabila sewaktu-waktu diperlukan, berinvestasi juga merupakan langkah awal untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak dari aset aktif.

Safir Senduk, seorang ahli keuangan menyarankan agar pengusaha dapat disiplin mengelola arus kas, terutama dalam membedakan antara harta konsumsi dan harta investasi. Sebaiknya, prioritaskan 30-50% dari keuntungan terlebih dahulu digunakan untuk pengembalian modal awal. Meskipun modal diperoleh dari tabungan sendiri, penyisihan laba itu tetap wajib hukumnya! Lalu, 10-20% dari laba digunakan untuk penyusutan alat dan 10-20% untuk pengembangan usaha, sisanya baru bisa digunakan untuk konsumsi pribadi.

Ada banyak rahasia kesuksesan dalam sebuah bisnis, tetapi mengenai pengelolaan arus kas ini seringkali dilupakan. Ingatlah, persaingan di luar terus berjalan dan semakin ketat. Kalau Anda tidak mempersiapkan rencana pengelolaan arus kas yang baik untuk perkembangan usaha dan menghadapi persaingan, maka dapat dipastikan bisnis Anda akan mati tergilas waktu dan tidak akan pernah berkembang.

Meski profit bukan segalanya,tetapi berbagi profit yg besar dengan bersedekah adalah hal terbaik dalam sbuah bisnis. Maka dengan demikian, meningkatkan profit dan mengembangkan usaha adalah kewajiban bagi setiap pengusaha agar bisa bersedekah lebih banyak. Sehingga, keuntungan juga akan bertambah banyak lagi.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Kamis, 10 November 2011

Jika Nyala Api Semangatmu Mulai Mengecil

Kata kunci pertama untuk menjadi orang sukses adalah "SEMANGAT". Orang gagal dan sukses itu bisa dibedakan hanya dari semangatnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga semangat agar tetap berkobar. Tetapi, tidak bisa dipungkiri jika seorang yang sukses sekalipun pernah merasakan redup semangat atau sempat  jenuh dengan kegagalan yang dihadapi bertubi-tubi. Karena semangat itu bisa dikatakan serupa iman, kadang lemah kadang juga kuat. Hanya beberapa orang saja mungkin yang sanggup untuk mempertahankan api semangatnya agar terus menyala. Dan jika suatu saat api semangat Anda mulai meredup sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini :

Renungkan kenapa semangat itu bisa redup
Ada banyak alasan orang untuk bisa bersemangat. Contohnya, bisa karena pacar, tuntutan hidup, termotivasi dari luar atau apa saja. Tetapi, yang terpenting semangat adalah bagian elemen dari motivasi dari dalam. Artinya, kita harus benar-benar merasa termotivasi dulu dari dalam. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa tidak akan berubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya. Maka, sebenarnya segala hal dari luar termasuk motivator (dan isi dari blog ini) hanya sebagian kecil yang bisa menghidupkan kembali semangat Anda, selebihnya adalah Anda sendiri yang harus memperkuat api semangatnya.

Bagaimana caranya?
Yaitu dengan CINTA. Ibarat sepasang suami istri yang menikah, maka yang menyatukan mereka bedua tidak lain adalah cinta. Maka, apabila Anda sudah merasa tidak semangat lagi dengan usaha atau pekerjaan Anda bisa jadi karena sebenarnya Anda tidak mencintai usaha tersebut. Oleh karena itu, penting kiranya untuk memulai sesuatu usaha dari apa yang kita cintai atau berusaha sekeras mungkin untuk mencintai apa yang Anda kerjakan.

Susun perencanaan kegiatan yang baik 
Ada beberapa orang yang termasuk ke dalam orang yang bersifat "moody" atau bergerak sesuai mood nya. Sehingga, ketika dalam keadaan badmood mereka cenderung tidak bersemangat untuk melakukan aktivitasnya. Tetapi, buat saya secara pribadi problem mood ini sebenanrnya bisa diselesaikan dengan membuat perencanaan kegiatan yang baik dan kemudian melaksanakannya dengan disiplin dan penuh komitmen. Mulailah susun kegiatan harian Anda, kemudia tingkatkan menjadi aktivitas mingguan dan bulanan. Dengan patuh terhadap jadwal yang telah dibuat, maka mood bisa dikontrol.

Make a something new
Jenuh merupakan faktor lain yang bisa jadi penurun semangat kita. Kejenuhan terutama terjadi karena aktivitas yang terlalu rutin kita jalani. Padahal, sebagai pengusaha seharusnya hal ini tidak perlu terjadi. Pengusaha memiliki kontrol waktu dan finansial yang lebih banyak daripada pekerja kantoran, sehingga ketika menghadapi kejenuhan terhadap rutinitas pengusaha tentunya bisa lebih banyak memiliki waktu untuk memulai sesuatu yang baru atau sekedar refresh.

Keluar dari zona nyaman
Dalam teori fisika ada yang disebut sebagai hukum kelembaman. Yaitu jika suatu benda dalam keadaan diam maka akan tetap diam dan bergerak akan tetap bergerak sebelum ada gaya yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, seorang yang dalam keadaan tidak bersemangat juga akan tetap dalam keadaan lembamnya sampai ada gaya yang mempengaruhinya. Tetapi, karena kita adalah mahluk hidup maka gaya itu sebenarnya bisa kita ciptakan, salah satunya dengan  mencoba suatu tantangan yang lebih besar dan beresiko sehingga memacu adrenalin.

Perluas, perjelas dan perbesar impian 
Saya kira bagian terakhir ini adalah yang terpenting yaitu memperluas, memperjelas dan memperbesar impian Anda. Kebanyakan orang justru hidup dengan impian keberhasilan masa lalu yang telah dicapainya. Padahal impian itu harus selalu ada di depan. Maka, apabila satu impian telah tercapai cepatlah membuat impian lain yang lebih besar dna jelas. Sehingga, pandangan kita akan tetap fokus pada impian besar di depan dan bukan terlena dengan keberhasilan saat ini.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :