photo PROMO_zpsdc816b8f.gif


Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juli 2013

11 Unsur Business Plan

11 Unsur Business Plan 

Setiap business plan memiliki sebuah struktur khas yang ditentukan oleh kebutuhan pengumpulan modal dan jenis bisnis tertentu. Dalam uraian berikut akan dipaparkan bagaimana dan apa yang harus dimasukkan dalam sebuah rencana bisnis menurut metode quick plan seperti yang dirangkum dari penjelasan Mike P. McKeever. Metode ini relatif lebih mudah diterapkan bagi entrepreneur pemula karena bisa disusun dalam waktu satu hari saja. Berikut adalah unsur-unsur rencana bisnis secara sederhana:

1. Halaman Judul

Bagian ini memuat judul. Judul sebaiknya singkat dan lugas sehingga mudah dimengerti dalam sekali baca. Biasanya halaman judul memuat nama bisnis, periode waktu business plan, nama para pemimpin utama/ pendiri, nama orang yang menjadi pembaca rencana bisnis, dan tanggal presentasi (jika disajikan dalam bentuk presentasi).

2. Ringkasan

Ringkasan rencana bisnis menyajikan poin-poin dasar dan fundamental. Idealnya, bagian ini memuat sebuah pernyataan tentang jumlah keseluruhan uang atau modal yang Anda sedang butuhkan/cari. Di sini Anda harus berikan informasi mengenai siapa Anda, apa yang Anda hendak lakukan, berapa banyak jumlah uang/modal yang Anda butuhkan, dan seberapa besar laba yang Anda harapkan untuk bisa dihasilkan.

3. Daftar Isi

Daftar isi memuat nama/ judul setiap bagian rencana bisnis. Daftar isi bervariasi sesuai dengan jenis bisnis yang menjadi topik dalam rencana bisnis.

4. Permasalahan

Permasalahan memiliki sebuah fungsi khusus, yaitu memberikan informasi mengenai visi, motivasi dan fokus. Meskipun permasalahan ialah sebuah bagian rencana bisnis yang pendek, ia harus mencakup informasi penting mengenai masalah yang dihadapi secara singkat dan padat. Lakukan dengan curah gagasan, yaitu dengan menulis jawaban untuk ke 5W–who (siapa), what (apa), where (di mana), when (kapan), dan why (kenapa).


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Kamis, 04 Juli 2013

7 Langkah Melatih Intuisi Bisnis Entrepreneur

7 Langkah Melatih Intuisi Bisnis Entrepreneur

Intuisi seharusnya menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan dari seorang entrepreneur. Semakin sering digunakan maka akan semakin mudah datang kepada kita, maka kesuksesan bisnis seorang entrepreneur semakin dekat. Karena seringkali seorang entrepreneur dihadapkan kepada sesuatu yang tidak diketahui atau pengetahuannya tidak cukup untuk menilai permasalahan tersebut, maka dalam hal ini gunakan lah intuisi.

Tetapi, banyak dari kita tidak tahu mana yang intuisi dan mana yang bukan sehingga kita menganggap intuisi tidak ilmiah, cenderung berubah – rubah dan tidak bisa dijadikan landasan dalam mengambil keputusan. Kalau begitu bagaimana caranya kita mengenali intuisi kita ? Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melatih intuisi kita

READMORE > http://katapengusaha.com/2013/06/melatih-intuisi-entrepreneur/

Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Sabtu, 09 Juni 2012

Leadership Paradox

Banyak mungkin di antara kita yang memilih menjadi pengusaha karena ingin disebut sebagai "Bos" atau "Pemimpin". Walaupun sebenarnya, istilah pemimpin dan bos itu sendiri memiliki makna yang berbeda apabila kita telaah lebih jauh, tetapi pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk membahas soal kepemimpinannya dari sisi yang lain. (Simak tentang perbedaan bos dengan pemimpin)

Sebagaimana kita ketahui, bahwa posisi bos atau pimpinan sebuah perusahaan itu sampai sekarang masih menjadi posisi yang "eksklusif". Dari mulai mendapatkan gaji yang lebih besar, waktu yang lebih luang, sampai pada mendapatkan rasa hormat dari bawahan ataupun lingkungan sekitar. Pokoknya, jadi bos itu sesuatu yang : WAH!

Sampai-sampai ada salah satu program televisi yang mengangkat tema gimana rasanya menjadi bos itu.




















Tetapi, saya ingin berbagi hal yang berbeda.

Menurut saya, seorang bos atau pemimpin yang baik itu bukan dia orangnya yang sekedar duduk diam manis mendapatkan pelayanan istimewa dari bawahannya. Melainkan sebaliknya.

Seorang pemimpin yang baik adalah pelayan untuk anak buahnya.

Saya menyebut ini dengan istilah : Leadership Paradox, dimana paradoks ini terjadi ketika seorang pemimpin mulai menyadari bahwa sebetulnya bukan pemimpin itu yang mendapatkan pelayanan istimewa, melainkan anak buahnya.

Dulu ketika memulai usaha, saya punya dua orang karyawan. Mereka bekerja dengan sangat baik. Tidak mengecewakan. Tetapi, saat itulah saya menyadari bahwa sebetulnya bukan mereka yang bekerja untuk saya, melainkan saya yang bekerja untuk mereka.

Kenapa?

Karena saya menyediakan fasilitas untuk mereka bisa bekerja dengan baik. Setiap hari saya selalu memikirkan bagaimana caranya supaya mereka bisa makan siang dengan enak, tidur dengan nyenyak, bahkan memikirkan masa depan mereka supaya bisa lebih baik. Segala kebutuhan mereka, yang bisa menunjang pekerjaannya saya coba untuk penuhi, walaupun mungkin saat itu usaha sedang defisit, tetapi saya pastikan bahwa segalanya bisa berjalan dengan lancar. Saya pastikan bahwa gaji mereka tidak terpotong dan dapat dibayarkan tepat waktu (bahkan kalau bisa dilebihkan). Saya memutar otak sedemikian rupa pokoknya bagaimana caranya supaya pegawai saya bisa hidup dengan layak.

Di satu sisi, saya merasa : "Kok gini menjadi bos itu? Dimana enaknya?"

Siapa sebenarnya yang bekerja untuk siapa?

Hmmm....Ada jutaan pengusaha di dunia ini, ada milyaran pekerja, ada trilyunan pengangguran. Tetapi, hanya sedikit orang yang menyadari bahwa kita sebenarnya bekerja untuk melayani. Bos melayani pegawainya. Pegawai melayani bosnya.

Atau seperti yang sering saya katakan : Setiap orang adalah pemimpin, pekerja dan juga buruh, minimal pemimpin, pekerja dan buruh untuk dirinya sendiri.


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Selasa, 03 Januari 2012

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Promosi Twitter?

Sosial media memang mengalami perkembangan yang luar biasa. Hal ini tentunya membantu aktivitas para pebisnis online dalam mengembangkan usaha mereka di dunia maya. Teknik-teknik SEO yang konvensional dapat digunakan dan dikombinasikan dengan baik melalui sosial media.
Salah satu sosial media yang cukup efektif untuk digunakan dalam teknik SEO adalah Twitter. Dengan Twitter, Anda dapat mempromosikan konten secara efektif pada semua followers Anda. Cara ini cukup efisien terlebih jika followers Anda sudah banyak. Namun masalahnya, Twitter sangat masif dan cepat sehingga pergerakan timeline terjadi setiap menit. Meski Anda memposting dengan sesuatu yang menarik, namun akan sedikit respon yang didapat jika Anda mempostingkannya di waktu yang tidak tepat.
Sebelumnya tentu Anda perlu mengkategorikan beberapa pengguna Twitter. Setidaknya ada tiga tipologi pengguna Twitter yakni pasif (hanya melihat timeline), aktif (melihat dan meretweet), dan super aktif (para pengguna yang berpengaruh pada followers mereka serta mendengar dan meretweet) .
Biasanya, teknik SEO Anda akan lebih efektif jika para pengguna dalam kategori super aktif melakukan respon baik reply ataupun retweet. Hal ini akan membantu mengarahkan trafik pada blog atau web yang Anda promosikan. 
Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan postingan tersebut?
Melakukan targetting followers memang menjadi langkah utama untuk memastikan kapan waktu yang tepat untuk Anda melakukan promosi melalui Twitter. Kategorikan beberapa followers Anda  dan lakukan pemetaan. Perhatikan dalam beberapa kali pengguna tersebut muncul pada timeline. Hal tersebut dapat menentukan waktu yang tepat untuk berpromosi demi meningkatkan trafik pada website atau blog Anda.
Contoh : jika targetnya adalah rata-rata berusia 20-35 tahun maka mereka akan lebih sering beraktivitas tweeting saat pagi hari sebelum mereka beraktivitas, siang hari saat jam makan siang, sore hari saat pulang kantor/kuliah dan mungkin malam hari saat mereka sedang bersantai / istirahat di rumah.
Jadi cukup mudah bukan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk Anda berpromosi melalui Twitter? Yang pasti hal ini dapat berbeda satu sama lain mengingat tipologi followers pun masing-masing berbeda. Yang jelas jika Anda telah menemukan waktu yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah melakukan strategi dan cara yang tepat untuk teknik SEO website atau blog Anda ke depannya.


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Kamis, 15 Desember 2011

Alasan Orang Sulit Bikin Sistem Bisnis

Suatu ketika ada seorang teman mengirim tweet yang isinya kurang lebih begini : "Kok semakin sukses bisnis itu semakin capek ya???" Malah jadi ga ada waktu untuk istirahat"

Saya beritahu Anda bahwa pendapat itu salah besar! Atau jangan-jangan orang yang bilang seperti itu justru sebetulnya belum bisa dikatakan sukses dalam bisnisnya. Yang benar dan yang jelas semakin sukses kita semakin mempunyai tanggung jawab yang besar.

Lalu, kenapa hampir 70% pengusaha pemula mengatakan hal yang sama seperti teman saya tadi?
Jawabannya : Karena kebanyakan dari mereka belum berhasil membangun SISTEM-nya!

Menurut guru kekayaan, Robert T. Kiyosaki, seorang baru dikatakan berada dalam kuadran "B" (bussiness owner) jika dia sudah mempunyai sistem bisnisnya. Dengan sistem itu dia sudah tidak harus berada di dalam lingkungan bisnisnya. Seperti halnya robot otomatis, sistem itu yang akan mengerjakan segala urusan bisnis dan membawakannya keuntungan dalam bentuk uang, sementara orang yang bersangkutan bisa menikmati waktunya dengan bebas.

Sistem itu akan mengontrol dan menjalankan segala hal di dalam bisnis tersebut, termasuk masalah operasional, pemasaran dan pembukuan keuangan. Namun, untuk membangun sistem tersebut bukanlah perkara mudah. Harus dikorbankan sejumlah uang, tenaga, pikiran dan waktu agar sistem yang kita impikan dapat berjalan dengan baik dan efisien. Oleh karena itu, bisnis berbasis franchise banyak dicari orang yang tidak ingin repot menyusun sistem bisnis dan ingin langsung menjalankan sistemnya saja.

Di sisi lain, sebenarnya membangun sistem bisnis itu juga bisa dikatakan gampang-gampang susah. Yang perlu Anda ingat, bahwa membangun bisnis sejatinya adalah membangun sistem, terutama adalah sistem distribusi. Ya, distribusi produk, distribusi pelayanan, distribusi sales dan distribusi rizki. Fokuslah pada kata kunci "distribusi". Bangun sebuah sistem distribusi yang baik mencakup semua aspek di atas. Dengan demikian Anda akan menciptakan suatu sistem bisnis yang kuat. Konon, perusahaan sekelas Philip Morris berani membeli perusahaan rokok Sampoerna dengan harga fantastis justru karena sistem distribusi produknya yang baik. Oleh karena itu, mereka bisa mendistribusikan rokok sampai ke seluruh pelosok tanah air.

Lalu, apa susahnya membangun sistem bisnis?
Jawabannya sangat singkat namun tegas, yaitu EGO!

Kebanyakan pengusaha muda harus melawan ego nya sendiri untuk bisa memberikan kepercayaan kepada orang lain dalam mengerjakan suatu tugas di dalam bisnisnya. Sebagian dari kita sering terjebak dalam lingkaran ego bahwa kita merasa hanya kita yang terbaik dalam melakukannya, sehingga tidak mudah percaya dengan hasil pekerjaan orang lain. Hal ini terutama terjadi pada mereka yang bisnisnya berbasis keteknisan, seperti desainer atau montir. Bagi kaum profesional seperti mereka, ego ingin mengerjakan segala sesuatunya sendiri adalah hambatan terbesar dalam membangun sebuah sistem bisnis.

Jadi, harus bagaimana?
Ya, tidak lain mulai sekarang harus mulai menekan ego kita sebagai seorang teknis atau ahli di bidang tertentu. Mulai ambil langkah manajerial dengan merekrut beberapa pegawai untuk membantu bisnis kita. Pelajari juga bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Dan tetap fokus pada impian kita, bahwa ketika sistem ini sudah berjalan kita bisa menikmati kesuksesan dengan lebih santai.

Sudah jelas?
Kalau belum, ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Rabu, 23 November 2011

QQS : Sistem Jaminan Kepuasan Pelanggan

Jaminan kepuasan pelanggan?

Siapapun pelanggannya pasti menginginkan suatu jaminan kepuasan atas produk/jasa yang akan dia terima dan uang yang telah dibayarkan. Di satu sisi, pengusaha perlu memikirkan suatu sisitem yang dapat memberikan jaminan itu 100%. Bila perlu 101%!

Untuk memasarkan suatu produk atau jasa secara efektif, Napoleon Hill dalam bukunya Think & Grow Rich menjelaskan bahwa seorang pelaku bisnis dalam melayani konsumennya harus memakai dan mengikuti suatu formula yang disebut "QQS". QQS artinya Quality, ditambah Quantity dan ditambah Spirit kerja sama, menghasilkan sebuah layanan penjualan yang sempurna. Ingatlah formula "QQS" ini, tetapi yang lebih penting -terapkan sebagai suatuu kebiasaan!

Analisa formula tersebut untuk memastikan bahwa Anda benar-benar mengerti apa maksudnya.

  • Quality atau kualitas pelayanan berarti penampilan setiap detail produk / jasa yang Anda tawarkan.
  • Quantity atau kuantitas pelayanan berarti kemampuan Anda dalam melayani berapa banyak konsumen sepanjang waktu sesuai dengan keahlian dan pengalaman Anda. 
  • Spirit pelayanan berarti juga kebiasaan berprilaku menyenangkan dan harmonis, yang akan mendorong kerja sama dari rekan dan para pegawai.
Untuk mempertahankan bisnis Anda agar tidak kalah bersaing tidak cukup hanya dengan kualitas dan kuantitas pelayanan yang memadai.Spirit yang Anda tampakkan dalam memberikan pelayanan adalah faktor yang sangat menentukan dalam hal ini.Seperti juga yang disampaikan oleh Andrew Carnegie, bahwa spirit keharmonisan antara Anda dan pelanggan adalah kunci utama dalam bisnis pelayanan.

Pentingnya kepribadian yang menyenangkan tidak hanya harus disadari oleh Anda sebagai pimpinan bisnis, tetapi juga oleh seluruh staf di bawah sistem Anda. Jika bisnis Anda memiliki spirit keharmonisan ini, aset ini seringkali dapat menutupi kekurangan Anda dalam hal kualitas dan kuantitas yang Anda berikan. Intinya, tidak ada hal lain yang bisa menggantikan sikap yang menyenangkan dalam bisnis.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Selasa, 22 November 2011

Mengelola Arus Ide Kreatif

Ada tiga hal utama yang menyebabkan sebuah bisnis/usaha menjadi kekeringan ide.Pertama, karyawan perusahaan barangkali memiliki banyak ide bagi perbaikan. Hanya saja kebanyakan dari mereka tidak tahu ke mana ide-ide tersebut harus disampaikan dan tidak memiliki motivasi untuk menyampaikannya. Kedua, pemasok, distributor, biro iklan dan sekutu-sekutu lain dari perusahaan mungkin mempunyai banyak ide bagi perusahaan. Tetapi, para pimpinan perusahaan tidak melihat mereka sebagai rekan kerja yang positif dalam pengembangan perusahaan (sebatas sebagai mitra jual-beli saja). Ketiga, terdapat cara-cara sistematis untuk membantu karyawan mendapatkan ide baru. Hanya banyak juga pimpinan perusahaan yang enggan memikirkan sistem tersebut.

Tiga hal di atas sangat mematikan karena tanpa ide-ide baru sebuah perusahaan tidak akan bergerak kemana-mana dan bahkan mengalami kemunduran!

Lalu, bagaimana solusinya?

Dalam sebuah artikel berjudul "Bringin SIlicon Valley Inside Your Company", penulis terkenal Gary Hamel menyajikan resep penciptaan ide-ide baru yang sukses. Di dalam artikel tersebut dikatakan bahwa Silicon Valley sukses karena terbentuk dari tiga pasar : pasar ide, pasar modal dan pasar talenta. Banyak individu kreatif yang berjiwa wiraswasta berbondong-bondong datang ke Silicon Valley dengan ide baru, khususnya ide-ide tentang bisnis dot.com. Sementara perusahaan-perusahaan modal ventura berlomba-lomba meminjamkan uang kepada individu-individu yang memiliki ide-ide super. Dan Silicon Valley menarik banyak individu bertalenta yang bisa membuat perangkat lunak dan mengimplementasikan ide tersebut.

Implikasinya, menurut pakar pemasaran Philip Kotler, perusahaan perlu meniru Silicon Valley secara internal. Perusahaan harus menghargai ide baru dengan tinggi dan memfasilitasi pengumpulan dan evaluasinya. Dana internal selanjutnya harus dikeluarkan perusahaan untuk meriset dan mengembangkan ide-ide bagus. Ide-ide terbaik kemudian akan diserahkan kepada talenta yang tepat untuk dikembangkan dan diaplikasikan.

Untuk mengelola arus ide tersebut, perusahaan sebaiknya menunjuk seorang eksekutif level-tinggi untuk menjadi apa yang disebut sebagai Kapten Ide. Eksekutif ini akan memimpin sebuah komite, bernama Komite Ide (Idea Committe) yang anggota-anggotanya merupakan wakil dari masing-masing departemen penting. Semua orang di dalam perusahaan serta sekutu-sekutu perusahaan harus mengetahui nama, alammat dan e-mail dari anggota-anggota komite dan harus didorong untuk mengirimkan ide-ide baru ke komite ini. Komite Ide harus mengadakan rapat setiap beberapa minggu untuk mereview dan mengevaluasi ide dan kemudian menempatkan ide-ide ke dalam tiga tumpukan : ide buruk, ide baik dan ide super. Ide-ide yang tampaknya super kemudian diserahkan kepada anggota-anggota komite untuk dikaji dan dilaporkan kembali. Jika laporannya positif, maka sejumlah uang akan dikeluarkan untuk meriset dan mengembangkannya. Ide-ide yang terus terlihat bagus akan melalui beberapa tahap penelitian sampai dibuang atau diluncurkan.

Semua orang yang menyampaikan ide harus diberitahu tentang nasib dari idenya. Hal ini akan menghilangkan kecurigaan bahwa Komite Ide tida peduli pada ide mereka. Penemu dari ide-ide terbagus yang kemudian diimplementasikan secara sukses harus mendapat pengakuan, baik dalam bentuk uang, liburan atau balas jasa berwujud lainnya. Sebagai contoh, sebuah perusahaan membayarkan 10 persen dari pengehmatan atau laba yang dihasilkan kepada individu atau kelompok yang menemukan ide tersebut.

Pola pengelolaan arus ide seperti ini terbukti berhasil diterapkan dengan baik oleh raksasa mesin pencari Google.Simak rahasia sukses manajemen ala Google.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Minggu, 13 November 2011

Keuntungan Jangan Dimakan Habis!

Sekali waktu ada yang bercerita kepada saya mengenai usaha keluarganya yang sudah berjalan hampir 20 tahun tetapi berkembang sangat lambat, malah bisa dikatakan tidak ada perkembangan sama sekali. Saya sendiri ketika kecil suka membeli sebuah jajanan tradisional di depan gang rumah dan sampai saat ini si penjual dagangan tersebut masih berjualan di tempat yang sama, dengan dagangan yang sama, gerobak yang sama, cita rasa yang sama dan hanya kulit serta raut wajah pedagangnya yang nampak semakin tua.

Saya kira pemandangan serupa banyak Anda jumpai dikehidupan nyata. Betapa banyak pengusaha kecil yang tergilas roda waktu tanpa adanya perkembangan usaha yang real. Kalau ditanya apa penyebabnya, bisa jadi banyak hal. Dimulai dari kurang pembinaan hingga terlena dengan keberhasilan yang sudah dicapai. Tetapi, sebuah hasil riset juga menyatakan bahwa sebanyak 82% bisnis hancur sebenarnya akibat manajemen arus kas yang buruk. Artinya, banyak pengusaha yang kurang memerhatikan arus kas dan mengelolanya untuk pengembangan usaha.

Dalam sebuah usaha, idealnya kita jangan menggunakan seluruh laba yang diperoleh untuk dikonsumsi secara pribadi. Tetapi, perlu disisihkan untuk pengembangan usaha dan investasi pada aset yang akan aktif memberikan kita passive income. Jangan biarkan terlalu banyak harta pasif ada dalam kas Anda. Selain untuk menyimpan dana apabila sewaktu-waktu diperlukan, berinvestasi juga merupakan langkah awal untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak dari aset aktif.

Safir Senduk, seorang ahli keuangan menyarankan agar pengusaha dapat disiplin mengelola arus kas, terutama dalam membedakan antara harta konsumsi dan harta investasi. Sebaiknya, prioritaskan 30-50% dari keuntungan terlebih dahulu digunakan untuk pengembalian modal awal. Meskipun modal diperoleh dari tabungan sendiri, penyisihan laba itu tetap wajib hukumnya! Lalu, 10-20% dari laba digunakan untuk penyusutan alat dan 10-20% untuk pengembangan usaha, sisanya baru bisa digunakan untuk konsumsi pribadi.

Ada banyak rahasia kesuksesan dalam sebuah bisnis, tetapi mengenai pengelolaan arus kas ini seringkali dilupakan. Ingatlah, persaingan di luar terus berjalan dan semakin ketat. Kalau Anda tidak mempersiapkan rencana pengelolaan arus kas yang baik untuk perkembangan usaha dan menghadapi persaingan, maka dapat dipastikan bisnis Anda akan mati tergilas waktu dan tidak akan pernah berkembang.

Meski profit bukan segalanya,tetapi berbagi profit yg besar dengan bersedekah adalah hal terbaik dalam sbuah bisnis. Maka dengan demikian, meningkatkan profit dan mengembangkan usaha adalah kewajiban bagi setiap pengusaha agar bisa bersedekah lebih banyak. Sehingga, keuntungan juga akan bertambah banyak lagi.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Senin, 07 November 2011

Resep Sukses Manajemen Ala Google

Apa yang menarik dari Google?

Ada banyak hal tentu saja. Namun, satu hal yang cukup menarik adalah adanya aturan bahwa semua software enggineer harus menggunakan setidaknya 20% waktu mereka (kira-kira sama dengan sehari dalam seminggu) untuk mengerjakan proyek apapun yang mereka minati. Google bisa jadi menyadari bahwa dengan memiliki karyawan yang cerdas dan kreatif, bukan tidak mungkin mereka  memiliki proyek "sambilan".

Aturan 20% ini merupakan cara untuk mendorong inovasi yang bagi Google memandangnya sebagai sesuatu yang penting dalam rangka membangun dan mempertahankan kultur yang benar, menciptakan tempat yang membuat orang-orang cerdas mau bekerja dan termotivasi untuk melahirkan gagasan-gagasan baru. Hasilnya banyak terobosan penting Google justru lahir dari penerapan aturan 20% ini. Proyek yang dianggap layak untuk diteruskan akan dibiayai sepenuhnya oleh Google.

Apa yang dilakukan Google ini isa dibilang berbeda dengan banyak organisasi di sekitar kita. Bagi orang-orang kreatif, "proyek sampingan" seperti ini sering membuat mereka terpaksa mengerjakannya secara sembunyi-sembunyi dan siap didepak jika ketahuan. Google menyarankan pesan sebaliknya : gunakan satu hari dalam seminggu untuk melakukan apa pun yang paling Anda inginkan. Hasilnya, mereka mampu menjadi bagian dari orang-orang kaya di dunia dan menjadi fenomena baru abad ini.

Nah, maka dari itu Anda juga bisa menerapkan prinsip 20% waktu Google ini dalam manajemen bisnis untuk menciptakan karyawan-karyawan dan pengusaha-pengusaha baru yang kreatif. Bukankah guru yang baik adalah yang bisa menciptakan murid yang lebih pintar daripada gurunya. Maka pengusaha yang sukses juga tentunya adalah pengusaha yang sukses menciptakan pengusaha lain yang lebih sukses dari dirinya.



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :