photo PROMO_zpsdc816b8f.gif


Tampilkan postingan dengan label Entrepreneurship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entrepreneurship. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juli 2013

JUST DO IT !

JUST DO IT ! 

Memulai bisnis sendiri memang harus siap dengan segala resiko yang akan terjadi nanti. Seorang Entrepreneur harus selalu siap menghadapi resiko apapun itu, yang akan menghambat jalan roda bisnisnya. Karena itu, dibutuhkan sebuah “keberanian”. Keberanian dalam berpikir di luar jalur pemikiran orang-orang kebanyakan. Berani memikirkan hal-hal yang tidak pernah dipikirkan oleh orang lain. Berani berpikir ke luar dari jalur berpikir logika rasional. Berani dicemooh atau diremehkan orang lain. Yah – “keberanian” inilah yang tidak semua orang mempunyainya.

Jika dalam pikiran Anda sudah terbersit sebuah keinginan untuk memulai bisnis sendiri, segera lakukan! Pupuklah keberanian Anda, jangan ragu-ragu untuk memulainya, langsung saja take action. Kalau keinginan untuk berbisnis sudah menggoda Anda, langsung saja lakukan tindakan ke arah sana, jangan terlalu banyak berteori dan berhitung-hitung. Hal itu bisa Anda lakukan sambil jalan menekuni bisnis baru Anda.




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Rabu, 10 Juli 2013

4 Komponen Marketing dalam Business Plan

4 Komponen Marketing dalam Business Plan 

“Seberapapun bagusnya produk atau layanan yang Anda punya, tidak ada orang yang tahu jika Anda tidak memberitahu mereka.” Karena itu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini agar dapat membantu Anda dalam membuat strategi marketing yang baik untuk rencana bisnis Anda.

Apa pesan Anda?

Saat ini Anda membutuhkan sebuah pesan yang lebih dari sekedar slogan klise “Produk saya hebat”. Apa masalah yang dapat diselesaikan oleh produk Anda? Atau, jika Anda menjual sebuah layanan, apa nilai dari layanan yang Anda sediakan? Apa yang membuatnya berbeda dengan layanan sejenis?

Sebagai contoh, jika Anda ingin memulai bisnis restoran, apa fasilitas yang Anda sediakan kepada pelanggan Anda yang membuatnya berbeda dari restoran lain? Misalnya restoran Anda memberikan pelayanan pijat gratis setelah pelanggan selesai makan di restoran Anda.

Siapa calon pelanggan Anda?

Misalnya Anda membuat sebuah kulkas kecil praktis untuk para mahasiswa yang tinggal di kos-kosan, mungkin Anda hanya menargetkan mahasiswa menjadi pelanggan Anda, tapi padahal akan banyak yang mengetahui produk Anda nantinya seperti orang tua mereka, atau bahkan teman mereka yang sudah bekerja.

Intinya fokus dulu ke pasar atau calon pelanggan spesifik sebagai tahap awal marketing Anda, namun pertimbangkan juga orang-orang yang akan terkena dampak marketing jangka panjang Anda, sehingga Anda bisa mempersiapkan kebutuhan untuk melakukan ekspansi bisnis Anda.


READMORE > http://katapengusaha.com/2013/06/komponen-marketing-bisnis-plan/


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Selasa, 09 Juli 2013

7 Tanda Entrepreneur yang Berkomitmen Tinggi

7 Tanda Entrepreneur yang Berkomitmen Tinggi 

Berkomitmen ialah isu yang serius bahkan sebelum Anda memulai terjun berbisnis. Dan Anda jangan sampai meremehkan karena inilah pondasi tak kasat mata yang melandasi kegiatan bisnis Anda seterusnya. Ukurlah kadar komitmen Anda pada bisnis dengan mengecek kembali  sejumlah indikator penting berikut ini dalam diri Anda:

Anda secara aktif mencari kepemimpinan dan tanggung jawab.

Banyak orang membutuhkan kenyamanan menjadi pengikut, daripada menjadi pemimpin di depan. Saat muncul masalah, akan lebih mudah bagi Anda untuk menyalahkan orang lain. Sebagai entrepreneur, janji yang dibuat oleh orang lain atas nama Anda adalah juga beban Anda. Anda harus siap menerima

Anda menunjukkan ambisi yang tak kenal lelah.

Entrepreneur sukses umumnya memiliki ambisi yang tinggi dan kepercayaan diri yang melimpah terhadap kemampuan diri mereka. Mereka memiliki banyak ide, sebagian di antaranya mampu diwujudkan menjadi bisnis yang nyata. Kegagalan dianggap sebagai pelaung belajar, sehingga tidak ada penghakiman jika ide pertama tak berhasil seperti yang direncanakan.

Anda terbuka menerima masukan demi kemajuan bisnis.

Sebagaimana banyak dialami oleh entrepreneur sukses, Anda memerlukan bantuan orang lain. Jika jiwa Anda hanya membutuhkan masukan positif dan pemasukan yang stabil dari waktu ke waktu, mungkin Anda kurang sesuai untuk menjadi entrepreneur. Entrepreneur perlu memiliki ketangguhan mental dalam menghadapi kritikan sepedas apapun dan mereka bermental anti kemapanan.





Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Senin, 08 Juli 2013

10 Tanda Bahwa Anda Memiliki Jiwa Entrepreneur

10 Tanda Bahwa Anda Memiliki Jiwa Entrepreneur 

Pada umumnya entrepreneur yang sukses adalah mereka yang mempunyai jiwa pekerja keras, tekun, memiliki keyakinan yang kuat dan juga disiplin. Namun selain faktor tersebut, seorang yang memiliki jiwa entrepreneur juga dapat dilihat dari tanda-tanda tertentu yang terjadi dalam diri mereka. Berikut ini akan kami berikan 10 tanda yang dapat anda rasakan dan memperlihatkan bahwa anda adalah seorang calon entrepreneur yang sukses:

1. Benci Terhadap Ketidakjelasan

Anda mungkin pernah bertanya-tanya mengenai sesuatu hal yang anda kerjakan, dan mengapa anda melakukan hal tersebut. Anda mungkin tidak akan melakukan sebuah pekerjaan jika tidak mendapat penjelasan tentang apa yang akan kerjakan. Anda bukanlah robot yang hanya disuruh-suruh untuk melakukan sesuatu hal tanpa mengetahui alasan dibalik mengapa anda harus melakukan hal tersebut. Jika anda bukan robot maka anda adalah seorang entrepreneur.

2. Mudah Bosan
Anda merasa bahwa diri anda mudah bosan terhadap sesuatu yang anda kerjakan, dan membuat anda merasa bahwa itu adalah sebuah masalah. Sebenarnya tidak ada yang salah jika anda merasa bosan dengan aktivitas yang tidak menantang bagi anda dan hanya melakukan aktifitas yang sama setiap waktu. Inilah alasan Bill Gates drop out dari kuliah dan memilih untuk mengembangkan Windows, karena dia mudah bosan.

3. Dipecat dari Pekerjaan

Anda dipecat dari pekerjaan anda karena anda terlalu kreatif dan merasa ingin melakukan sebuah perubahan bagi diri anda sendiri dan bagi orang lain. Dengan terbebasnya anda dari pekerjaan anda yang melarang anda untuk kreatif, maka anda dapat mengubah kreativitas anda tersebut dengan menjadi seorang entrepreneur.




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Minggu, 07 Juli 2013

6 Hal Penghambat Kreatifitas

10 Pertanyaan Penting Sebelum Berhenti Bekerja dan Memulai Bisnis 

Mungkin Anda pernah melihat orang-orang yang mempunya ide-ide kreatif dan mengubah ide tersebut menjadi suatu kesuksesan. Pertanyaannya, “kenapa mereka bisa mendapatkan ide-ide kreatif dan Anda belum bisa?” Mungkin Anda mempunyai “mental block” atau bisa diartikan penghambat pikiran. Berikut adalah 6 hal yang dapat menghambat pikiran kreatif Anda:

1. Tidak jelas arah tujuan

Dalam hal ini, Anda tidak mengetahui tujuan jelas tentang apa yang Anda inginkan. Sehingga Anda tidak mempunyai target dan tujuan yang jelas dan hanya mengikuti arus yang ada. Cara mengatasinya adalah dengan menambah ilmu pengetahuan sehingga akan muncul ide-ide kreatif pada pikiran Anda.

2. Takut kegagalan

Pikiran Anda tentang kegagalan akan langsung mematikan ide kreatif Anda. Tidak hanya tentang kegagalan, pikiran takut membuat kesalahan, takut kehilangan waktu dan uang juga bisa menjadi penghalang kreatifitas. Kegagalan dapat merugikan Anda, oleh karena itu dapat diatasi dengan mempersiapkan sebaik mungkin agar Anda tidak gagal. Namun kegagalan yang sesungguhnya adalah tidak mencoba.

3. Takut dikritik

Penghalang lainnya adalah takut dikritik orang lain dan takut ditolak oleh orang lain. Kita sering berpikir orang lain akan berpikiran buruk tentang kita, tapi pada kenyataannya belum tentu orang lain akan berbicara tentang kita, bahkan mungkin tidak memperdulikan yang kita buat.




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Sabtu, 06 Juli 2013

4 Cara Memanfaatkan Hobi Menjadi Peluang Bisnis

4 Cara Memanfaatkan Hobi Menjadi Peluang Bisnis 
Menjalankan bisnis pribadi akan membutuhkan seluruh waktu dan tenaga Anda. Bila Anda tidak siap, mungkin saja Anda akan merasa lelah dan menyerah di tengah jalan. Lain halnya apabila Anda membangun bisnis berdasarkan hobi memiliki keuntungan tersendiri dan dapat meringankan beban dan lelah karena Anda mengerjakan hal yang Anda sukai.  Berikut ini adalah 4 cara memanfaatkan hobi Anda agar menjadi peluang bisnis:

1. Temukan sesuatu yang Anda sukai

Membangun bisnis pribadi bisa sangat membebani Anda. Anda harus bekerja ekstra lebih keras dibandingkan saingan Anda untuk bisa sukses dan tetap mempertahankan bisnis Anda. Mengerjakan hobi atau sesuatu yang Anda sukai inilah yang nantinya dapat membantu Anda tetap bertahan serta memiliki keunggulan.

2. Kuasai hobi Anda

Berlatih dan berusaha menjadi yang terbaik di bidang yang Anda sukai. Kesuksesan dan keahlian Anda pada bidang yang Anda sukai nantinya bisa membawa Anda pada pertemuan dan perkenalan dengan orang-orang yang bisa membantu Anda dan bisnis Anda nantinya.




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Jumat, 05 Juli 2013

11 Unsur Business Plan

11 Unsur Business Plan 

Setiap business plan memiliki sebuah struktur khas yang ditentukan oleh kebutuhan pengumpulan modal dan jenis bisnis tertentu. Dalam uraian berikut akan dipaparkan bagaimana dan apa yang harus dimasukkan dalam sebuah rencana bisnis menurut metode quick plan seperti yang dirangkum dari penjelasan Mike P. McKeever. Metode ini relatif lebih mudah diterapkan bagi entrepreneur pemula karena bisa disusun dalam waktu satu hari saja. Berikut adalah unsur-unsur rencana bisnis secara sederhana:

1. Halaman Judul

Bagian ini memuat judul. Judul sebaiknya singkat dan lugas sehingga mudah dimengerti dalam sekali baca. Biasanya halaman judul memuat nama bisnis, periode waktu business plan, nama para pemimpin utama/ pendiri, nama orang yang menjadi pembaca rencana bisnis, dan tanggal presentasi (jika disajikan dalam bentuk presentasi).

2. Ringkasan

Ringkasan rencana bisnis menyajikan poin-poin dasar dan fundamental. Idealnya, bagian ini memuat sebuah pernyataan tentang jumlah keseluruhan uang atau modal yang Anda sedang butuhkan/cari. Di sini Anda harus berikan informasi mengenai siapa Anda, apa yang Anda hendak lakukan, berapa banyak jumlah uang/modal yang Anda butuhkan, dan seberapa besar laba yang Anda harapkan untuk bisa dihasilkan.

3. Daftar Isi

Daftar isi memuat nama/ judul setiap bagian rencana bisnis. Daftar isi bervariasi sesuai dengan jenis bisnis yang menjadi topik dalam rencana bisnis.

4. Permasalahan

Permasalahan memiliki sebuah fungsi khusus, yaitu memberikan informasi mengenai visi, motivasi dan fokus. Meskipun permasalahan ialah sebuah bagian rencana bisnis yang pendek, ia harus mencakup informasi penting mengenai masalah yang dihadapi secara singkat dan padat. Lakukan dengan curah gagasan, yaitu dengan menulis jawaban untuk ke 5W–who (siapa), what (apa), where (di mana), when (kapan), dan why (kenapa).


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Kamis, 04 Juli 2013

7 Langkah Melatih Intuisi Bisnis Entrepreneur

7 Langkah Melatih Intuisi Bisnis Entrepreneur

Intuisi seharusnya menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan dari seorang entrepreneur. Semakin sering digunakan maka akan semakin mudah datang kepada kita, maka kesuksesan bisnis seorang entrepreneur semakin dekat. Karena seringkali seorang entrepreneur dihadapkan kepada sesuatu yang tidak diketahui atau pengetahuannya tidak cukup untuk menilai permasalahan tersebut, maka dalam hal ini gunakan lah intuisi.

Tetapi, banyak dari kita tidak tahu mana yang intuisi dan mana yang bukan sehingga kita menganggap intuisi tidak ilmiah, cenderung berubah – rubah dan tidak bisa dijadikan landasan dalam mengambil keputusan. Kalau begitu bagaimana caranya kita mengenali intuisi kita ? Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melatih intuisi kita

READMORE > http://katapengusaha.com/2013/06/melatih-intuisi-entrepreneur/

Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Rabu, 03 Juli 2013

5 Alasan Menyusun Business Plan

5 Alasan Menyusun Business Plan
Setelah sebelumnya dijelaskan mengenai 5 tujuan menyusun sebuah business plan, maka sekarang akan kami sampaikan lima alasan  pentingnya menerapkan  business plan dalam bisnis

Pertama, sebagai blue print  yang akan dijalankan  dalam pengoperasian bisnis. Hal ini  menolong  anda agar  tetap  kreatif dan  berkonsentrasi  pada tujuan  yang ditetapkan;

Kedua, sebagai alat untuk mencari dana sehingga berhasil dalam bisnis;

Ketiga, sebagai alat komunikasi untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, dan penyandang dana. Dengan adanya business plan, mereka akan memahami tujuan dan cara operasional bisnis kita.

READMORE >> http://katapengusaha.com/2013/06/5-alasan-business-plan/


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Minggu, 08 Januari 2012

Jangan Salahkan Waktumu!

Anda mungkin pernah berkata seperti ini : 

"Ah, seandainya saya bisa mengulang waktu mungkin banyak hal yang bisa saya lakukan"

Atau seperti ini :

"Seandainya saya tahu peluang itu dari dulu mungkin sekarang saya sudah menjadi seorang yang sukses dan kaya raya"

Hal tersebut sama dengan apa yang diperbincangkan seorang teman saya beberapa waktu yang lalu, ketika dia merasa menyesal tidak melakukan sesuatu yang harusnya dilakukannya dari sejak dulu. Tetapi, pertanyaannya : Apakah kita bisa kembali ke waktu yang lalu? 


Nah, pada kesempatan kali ini mari kita berdiskusi tentang hal ini.

Apakah Anda pernah menonton trilogi (atau salah satunya) film Back to the Future?

Film yang pertama kali ditayangkan pada tahun 1985 ini menceritakan dua tokoh utamanya yang berkelana mengarungi dimensi waktu dengan menggunakan sebuah mesin waktu yang berupa mobil merek De Lorean. Mereka sebenarnya hidup di tahun 1985, tetapi karena ada berbagai masalah, mereka pergi ke berbagai era : tahun 1955, 2015 dan 1885, sampai mereka kembali lagi ke tahun 1985.

Film ini memang fiktif, tetapi terlepas dari itu, kembali ke masa lalu dan berpetualang ke masa depan sudah menjadi impian orang dari sejak dulu. Pada film kartun jepang, Doraemon, pun mesin yang paling digemari oleh anak-anak adalah mesin waktu.

Kenapa?

Karena setiap orang merasa selama ini banyak melakukan kesalahan di masa lalu dan penasaran dengan kejadian yang akan terjadi di masa depan.

Kita semua tahu bahwa kita hidup dalam tiga masa. Yaitu masa lalu, saat ini dan masa depan. Namun, sebagian dari kita hidup di hari ini dengan kekecewaan pada masa lalu dan kekhawatiran akan masa depan. Padahal seharusnya yang kita lakukan sekarang adalah bijak dalam menyikapi apapun yang terjadi hari ini. Masa lalu kita mungkin buruk tetapi masa depannya masih suci. Tergantung dari apa yang kita siapkan hari ini.

Oleh karena itu, agar bisnis dan kehidupan Anda lebih berkualias, bisakanlah untuk membuat Target 90 Hari. Yaitu berisi komitmen Anda mengenai target-target jangka pendek yang akan Anda capai dalam kurun waktu 90 hari ke depan. Karena menurut para ahli, apabila sesuatu dilakukan selama 90 hari berturut-turut maka hal itu akan menjadi kebiasaan di hari-hari berikutnya. Jadi, kalau Anda telah mencapai sukses yang konsisten selama 90 hari pertama, maka Anda akan lebih mudah mencapai sukses di 90 hari berikutnya. Dan demikian selanjutnya, apabila indikator Target 90 Hari Anda telah tercapai, tingkatkan standarnya lebih tinggi lagi dan rancang target-target di 90 hari selanjutnya yang lebih menantang! 

Lalu, bagaimana dengan peluang yang sudah terlewati?

Tidak perlu merisaukan peluang yang dulu-dulu. Peluang itu selalu ada, seperti udara yang kita hirup setiap saat. Mereka banyak tapi kadang tidak terlihat hanya bisa dirasakan manfaatnya jika kita menggunakannya. Lihat peluang saat ini dengan baik dan maksimalkan sekarang!

Sudahlah, sekali lagi saya sampaikan sesuatu yang sering dikatakan oleh para orang bijak :

Kalau kita mengisi hati ini dg penyesalan hari kemarin & kekhawatiran akan hari esok,maka kita tidak akan mempunyai hari ini untuk disyukuri




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Senin, 02 Januari 2012

Alasan Orang Tua Melarang Anaknya Jadi Pengusaha

Suatu ketika ada seorang teman saya yang datang ke rumah dan dia bercerita tentang kekhawatirannya jika dia tidak menjadi sukses. Dia selalu bercerita bahwa beban terasa berat untuknya karena berhubungan dia merupakan anak pertama di keluarganya, terlebih lagi dia adalah anak laki-laki yang secara tidak langsung dituntut untuk meneruskan orang tuanya.

Dia begitu khawatir karena juga statusnya yang masih sebagai mahasiswa di saat teman-temannya (termasuk saya sudah lulus dan sedang meniti karir). Setelah dia selesai bercerita, saya ambil kesimpulan bahwa dia terserang suatu sindrom, yang dinamakan sindrom anak pertama!

Pertama kali saya mendengar sindrom ini dari mentor saya, ketika sindrom serupa menyerang saya beberapa tahun yang lalu. Waktu itu, saya bercerita kepada mentor saya bahwa ibu saya sangat khawatir jika setelah lulus kuliah saya memilih untuk tidak bekerja dan malah melanjutkan usaha/bisnis. Maklum, ibu saya masih termasuk orang yang memegang stereotipe umum bahwa setelah lulus kuliah seorang harus bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit agar bisa membanggakan orang tuanya atau secara aman menjadi pegawai negeri.

Mentor saya kemudian bilang :

"Seorang ibu itu wajar kalau khawatir akan masa depan anaknya, terutama kamu adalah anak pertama. Itu adalah sebuah sindrom yang normal terjadi pada seorang ibu. Ini seperti proses melahirkan pertama kali. Ada rasa deg-deg an, khawatir, takut dan cemas berkecamuk. Karena saat kamu lulus kuliah itu artinya kamu juga akan dilahirkan kembali menjadi manusia baru. Apalagi kalau kamu punya seorang adik, maka kesuksesan atau kegagalan kamu akan menjadi panutan untuk adikmu."

Saya ceritakan hal serupa kepada teman saya dan kemudian teman saya menjawab :
"Bener juga ya!"
Dan memang sudah tentu benar!

Ada istilah yang mengatakan : Life begin at 20th. Yang artinya hidup kembali dimulai setelah usia 20-an. Seperti proses reborn. Apakah kamu ingin dilahirkan secara sesar yang lebih aman, atau secara alami yang penuh resiko atau ada keyakinan dan kebahagiaan tersendiri. Maka dalam hidup sama juga seperti itu. Menjadi pegawai itu adalah cara amannya sedangkan menjadi pengusaha adalah penuh resiko tetapi sangat indah.

Sindrom ini tidak hanya terjadi pada anak pertama, tetapi juga pada anak yang bukan anak pertama, tetapi adalah dia menjadi orang pertama yang membangun bisnisnya sendiri. Seperti saat kemarin juga saya berkunjung ke tempat teman saya yang lain, saya ditanya oleh orang tuanya : "Mas, kenapa sih pilih berbisnis? Padahal kan jadi pekerja lebih terjamin? Itu juga sama dengan anak saya". Beliau bertanya seperti itu, karena anaknya tersebut baru saja keluar dari tempatnya bekerja, di sebuah perusahaan makanan multinasional yang cukup menjanjikan untuk karirnya. 



Sebuah riset mengatakan bahwa 51,9% pengusaha yang sukses adalah orang pertama dalam keluarganya yang membangun bisnis sendiri. Dan inilah adalah tantangan terbesarnya : berjuang mempertahankan keputusan menjadi pengusaha terhadap keinginan orang tua.

Lalu, bagaimana untuk mengatasi permasalahan ini?



Untuk mengatasi sindrom ini, tidak ada cara lain selain mengkomunikasikan kembali apa yang menjadi impianmu kepada orang tua dan bagaimana kamu akan mewujudkan impian tersebut.Dengan demikian dia menjadi yakin bahwa apapun pilihan kamu, kesuksesan sudah di depan mata. Entah itu menjadi pengusaha ataupun menjadi pegawai. Seorang motivator bilang bahwa selaraskanlah impianmu dengan keinginan orang tua, dengan demikian impian itu akan menjadi lebih mudah untuk dicapai dan tidak perlu lagi khawatir.


Dan penting untuk diingat : 
Setiap orang tua menginginkan anaknya mendapat yang terbaik. Jadi yang terpenting adalah bukan kita akan menjadi apa, tapi yakinkan & buktikan ke orang tua mu bahwa dengan menjadi pengusaha/entrepreneur itulah jalan terbaikmu!


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Sabtu, 31 Desember 2011

Sukses Muda di Tahun 2012?

Seharusnya isi dari posting ini saya publish beberapa hari yang lalu, saat masih dalam kalender tahun 2011. Tapi berhubung satau dan lain hal, saya baru sempat untuk publish sekarang.


Banyak sekali buku, blog dan Twitter yang mungkin sudah membahas topik yang sau ini. Ya, Sukses Muda. Siapa yang tidak ingin mendapatkan predikat tersebut. Setelah pada abad ini seorang pemuda berhasil menjadi milyarder karena menemukan sebuah media jejaring sosial yang sangat kontroversial, Facebook, sekarang jutaan pemuda-pemudi di luar sana berbondong-bondong mengejar mimpi yang sama.


Saya sendiri menjadi tertarik dengan tema ini. Hanya saja bukan karena target kesuksesannya, melainkan dengan definisi "muda" pada rangkaian kata "sukses muda". Seberapa muda sih seseorang itu bisa dikatakan bahwa dia itu telah mendapat predikat "sukses muda"? Atau mungkin pada usia berapakah seorang bisa dikatakan dia telah "sukses muda".


Untuk menjawab pertanyaan ini, saya kemudian bertanya kembali kepada followers @KataPengusaha :


"menurut kalian, sukses muda itu umur berapa sih?"


Dan inilah berikut beberapa jawaban dari mereka :
@maurizashadow25 tahun
@shellamuthya : 19 tahun
@adityoviole : 25 - 35 tahun
@yundieprasetyoo : 23 tahun


Dari sedikit jawaban di atas, saya sendiri cenderung berpendapat bahwa seseorang bisa dikatakan sukses muda apabila dia telah mencapai apa yang menjadi targetnya pada usia 25-26 tahun. 


Kenapa?
Karena memang demikian, rata-rata orang sukses menemukan kesuksesan mereka pada usia produktif tersebut. Contoh paling berkesan adalah Nabi Muhammad SAW sendiri sukses menjadi pedagang saat usia beliau mencapai 26-27 tahun. Sedangkan Albert Einstein juga menemukan teori relativitasnya pada saat usia 27 tahun. Begitu juga Mark Zuckerberg, sang penemu Facebook juga mendapat gelar milayder kaya di usianya yang baru mencapai 26 tahun.


Lalu, bagaimana dengan yang sudah lewat batas waktu itu? Apa masih bisa dikatakan sukses muda?
Menurut saya, selama dia masih memiliki jiwa muda : IYA! Sukses sendiri tidak dibatasi oleh umur, Kolonel Sanders sukses membangun kerajaan bisnis KFC-nya malah diusia senja yang sudah tidak lagi muda. Tetapi, semangatnya masih muda!

Atau bagaimana dengan anak-anak berprestasi di usia <20 tahun?
Patut kita bangga dengan mereka yang berhasil meraih prestasi di usia yang memang terbilang masih sangat muda. Bahkan, mungkin Anda tahu beberapa artis cilik yang sudah berpenghasilan di atas penghasilan rata-rata orang dewasa yang bekerja full time. Tetapi, Anda juga harus paham bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari materi dan prestasi (ingat, saya bukan berbicara soal kaya muda tetapi sukses muda!). Melainkan juga dari tingkat kedewasaannya dalam menyikapi materi dan prestasi tersebut. Tetaplah posisikan mereka sebagai anak yang sedang beranjak dewasa yang masih memerlukan hiburan, belajar, bermain dan bersosial layaknya anak-anak sebaya mereka.

Nah, sekarang adalah moment yang tepat untuk mendeskripsikan kembali sukses muda mu di tahun baru 2012.
  1. Tetapkan kembali di usia target sukses mudamu itu apa aja yg ingin dicapai
  2. Pecah target besar itu jd target-target jangka pendek sesuai kemampuanmu saat ini dan segera wujudkan satu demi satu target-target jangka pendek tersebut.
  3. Hitung selisih usiamu dg usia target sukses muda mu,brp tahun lagi?
  4. Persiapkan segalanya di tahun 2012 ini dan pastikan kamu semakin dekat dengan target sukses mudamu


Gimana, sudah siap sukses muda di tahun 2012?





Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?


Atau share artikelnya :

BOS dan PEMIMPIN

Seringkali kita mencampuradukkan dua pengertian di atas dalam satu spektrum arti yang sama. Bos itu ya pastilah Pemimpin, tak ada perbedaan. Padahal kedua istilah itu memiliki makna tersirat sendiri-sendiri. Silahkan renungkan perbedaan keduanya. 


Klo BOS bilang : Km salah! Maka PEMIMPIN akan bilang : Kita yg salah
Klo BOS hnya tahu apa yg harus dikerjakan, PEMIMPIN tahu bagaimana mengerjakannya
Klo BOS menuding siapa yg salah, PEMIMPIN memberi tahu apa yg salah
Klo BOS menyuruh anak buah, seorang PEMIMPIN itu menginspirasi anak buahnya
Klo BOS menuntut hormat, seorang PEMIMPIN memiliki respek yg tinggi

Dan berikut ini beberapa tanggapan followers @KataPengusaha mengenai perbedaan antara Bos dan Pemimpin.

@udinTVbos suka nyuruh! pemimpin suka mengajak.. bos suka nyuruh n marah marah, pemimpin suka kasih contoh
@ : BOS ditakuti, PEMIMPIN disegani
@ : BOS memberi contoh,klo Pemimpin menjadi contoh
@MasAmbangBos: Ber-kuasa..!, Pemimpin: Ber-kahrisma..!

Nah, menurut Anda apakah ada lagi perbedaan antara Bos dengan Pemimpin?
Mau menambahkan jawaban, silahkan isi komentar di bawah ini.

Pilih jadi Bos atau Pemimpin?
Paling tidak, Anda tahu kapan harus berprilaku sebagai Bos dan kapan sebaiknya bertindak selaku Pemimpin.


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Selasa, 27 Desember 2011

Entrepreneur Idol

Sebentar lagi akan dimulai ajang pencarian bakat terbesar di Indonesia. Ya, apalagi kalau bukan Indonesian Idol. Acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka yang mempunyai impian untuk menjadi penyanyi TOP Indonesia ini akan kembali mewarnai panggung hiburan tanah air dari mulai tahap audisi samapi grand final yang penuh kontrofersi.


Tapi, bukan Indonesian Idol yang akan bahas selanjutnya pada posting kali ini. 


Kemarin saya mencoba bertanya pada followers @KataPengusaha tentang siapa yang menjadi Entrepreneur Idol mereka. Dan berikut adalah kandidat Entrepreneur Idol yang dipilih dari followers @KataPengusaha :

  1. Sandiagan Uno
  2. Chairul Tanjung
  3. Ciputra
  4. Purdi Chandra
  5. Merry Riana
  6. Bong Chandra
  7. Dahlan Iskan
  8. Bob Sadino
  9. Saptuari
  10. Jaya YEA

Selain 10 top Entrepreneur Idol hasil survey di atas, ada juga yang menjawab Nabi Muhammad SAW sebagai panutan Entrpreneurnya. Atau @alamudhi yang me-reply tweet dengan menyebutkan orang tuanya sebagai Entrepreneur Idol nya.


Lalu, siapa Entrepreneur Idol mu?


Nah, siapapun yang kita idolakan tetaplah untuk menjadi diri kita sendiri. Ambil yang baiknya, benahi yang kurangnya. Nyatanya, tidak ada orang yang sukses dengan mencontek 100% idolanya. Sebaliknya, setiap orang sukses justru punya cara & jalan sndiri meski alurnya nampak sama.


You just need to find your own way to reach success (@ilmimix)


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Minggu, 25 Desember 2011

Jangan Abaikan Utang

Seorang pengusaha besar duduk gelisah di ruang tamu direktur utama sebuah bank badan usaha milik negara. Ia sudah duduk 4 jam 30 menit, tetapi sang dirut bank belum juga menerimanya. Padahal, ia ditemani seorang pejabat negara yang berpengaruh.

Tatkala usahawan ini sudah berada di puncak kegelisahan, datanglah sekretaris dirut itu menyampaikan bahwa atasannya sudah keluar kantor karena mendadak dipanggil seorang menteri. Dengan langkah gontai, pebisnis itu kembali ke kantornya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Pejabat berpengaruh itu menyatakan, ia sebetulnya sudah menggunakan namanya sebagai tameng, berikut ”aspek pertemanan” dengan dirut tersebut. Akan tetapi, upayanya membantu usahawan itu mendapat kredit baru gagal.

Pejabat negara itu mengakui, sebetulnya ia setengah hati membantu usahawan besar tersebut. Namun, kalau akhirnya ia lakukan juga, itu semata karena letih dibujuk-bujuk. Faktor lain, usahawan tersebut temannya semasa di sekolah dasar. Terus terang ia akui, ia bisa memahami mengapa dirut itu itu menghindar bertemu. Pertama karena utang pengusaha besar tersebut di bank BUMN itu sudah Rp 1 triliun. Kalau masih ditambah utang baru, bakal sangat merepotkan. Apabila kelak timbul masalah hukum, dirut itu termasuk yang akan diperiksa penyidik. Kedua, ia ingin mengeluarkan temannya dari kesulitan sekaligus mengarahkannya menjadi usahawan ”yang benar dan lurus”.

Kasus ini merupakan kasus ”biasa” dan kerap terjadi. Banyak debitor berusaha menghindar membayar utang, termasuk mengelak membayar pajak secara penuh. Terjadilah upaya menyuap aparat, membuat laporan keuangan tidak benar, dan sebagainya. Bagi usahawan golongan sesat, sukses tidak bayar pajak dan utang adalah kebanggaan besar.

Sebaliknya, bagi usahawan golongan putih, bayar utang adalah bagian dari martabat, reputasi, integritas, dan menjaga kesehatan perusahaan. Tidak bayar utang dan gagal bayar utang hanya membuat aib. Si pengusaha tidak lagi merasa gagah di depan publik. Ke kantor, malu kepada staf. Ke ruang publik, malu bertemu teman. Ke bank, takut ditagih dan khawatir terjadi penyitaan aset. Semua jadi serba salah.

Usahawan yang bersedia membayar utang umumnya dari generasi pertama dan generasi kedua yang moralnya terjaga baik karena masih menggenggam spirit saudagar tulen: membayar utang sama dengan menjaga harga diri. Tidak bayar utang sama dengan tidak memiliki harga diri.

F Widjaja, salah seorang usahawan besar di Tanah Air, menyebutkan, membayar utang merupakan salah satu elemen paling penting dalam kultur berbisnis. Membayar utang, betapapun sulitnya, harus dilakukan. Jika dipandang perlu, jual seluruh aset perusahaan untuk membayar utang.

Dalam bisnis, kata Widjaja, seseorang tidak akan dipercaya pebisinis lain kalau enggan membayar utang atau gemar membuka cek kosong. Padahal, kita tahu, reputasi dan integritas tinggi adalah harga mati dalam dunia bisnis. Lagi pula, lanjutnya, mengapa ingin menjadi pebisnis yang tanggung. Mengapa tega merusak diri sendiri. Sebab, meski ”hanya” ngemplang utang dua-tiga kali, lalu kehilangan nama baik. Reputasi bisnis menjadi hancur. Ini sungguh suatu perbuatan yang tidak pantas. Harga yang harus dibayar dari ketidakjujuran ini terlampau mahal dan menakutkan.

Pengembang terkemuka Indonesia, Ciputra, menyampaikan hal yang sama. Menurut usahawan ini, membayar utang merupakan cermin tingginya martabat dan moral. Begitu kita bermain-main dengan urusan moral ini, bukan saja nama baik hancur, melainkan juga mitra bisnis enggan berhubungan dengan kita. Pada ujungnya, kita bahkan akan terkucil dan termarjinalkan.


(Sumber)



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Kamis, 22 Desember 2011

Tentukan Harga Terbaik Anda!

Kemarin, dari posting blog 10 faktor kegagalan bisnis melalui akun Twitter @KataPengusaha ada yang mengeluhkan bahwa usahanya terkendala pada faktor nomor 6, yaitu tidak punya kebijakan harga yang baik. Lalu, bagaimana sebenarnya menentukan harga untuk produk/jasa yang baik sehingga dapat diterima oleh konsumen target?


Langkah pertama dalam menyusun strategi harga adalah dengan menentukan terlebih dahulu segmentasi pasar bisnis Anda. Hal ini terutama agar harga yang kita tentukan nanti sesuai dengan segmennya. Misalkan, segmentasi pasar Anda adlah menengah ke atas, yang tidak menjadikan harga sebagai faktor penentu utama pembeliannya. Maka, Anda bisa berkonsentrasi kepada proses dan kualitas produk/jasa yang Anda tawarkan agar sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Sebaliknya, apabila bisnis Anda diarahkan untuk segmentasi pasar menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga maka di sini Anda harus benar-benar berhati-hati. Karena kebanyakan pengusaha pemula terjebak dalam strategi harganya sendiri.


Seperti yang disampaikan salah seorang followers @KataPengusaha : "kan di mana ada murah di sana pasti ramai". Saya ingatkan, boleh saja kita berpendapat demikian dan memberikan harga yang murah untuk segmentasi menengah ke bawah, tetapi hal tersebut harus diimbangi dengan jumlah penjualan yang besar. Saya ambil contoh, semisal Anda ingin menjual baju dengan harga murah Rp. 50.000, mungkin dengan harga jual tersebut Anda sudah mempunyai keuntungan Rp.15.000. Tapi, apabila ingin mendapatkan profit kotor total sebulan Rp. 15 juta, maka Anda harus menjual 1000 pcs baju! Jumlah yang sangat besar untuk nilai keuntungan yang bisa dikatakan kecil. Dan itu juga belum dihitung biaya pemasaran atau pegawai dan lain-lain.

Nah, hitungan strategis seperti ini lah yang sering dilupakan banyak orang. Sehingga, akhirnya mereka terjebak dalam perang harga yang tidak berkesudahan. Kalau terus demikian, bisa dipastikan lama-lama usaha Anda terpaksa harus gulung tikar karena tidak mampu untuk menanggung biaya operasional yang ada.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan?

Fokuslah pada kualitas dan nilai dari produk/jasa Anda.

Apa itu kualitas produk/jasa? Apa bedanya dengan nilai produk/jasa?


Kualitas adalah definisi terukur dari produk/jasa yang dihasilkan. Contoh : berat, kandungan air dalam makanan, umur/masa simpan produk dan termasuk jenis bahan produksinya. Sedangkan nilai produk/jasa adalah persepsi konsumen terhadap manfaat yang mereka rasakan apabila membeli produk/jasa tersebut. 


Nah,coba definisikan kembali kualitas dan nilai dari produk/jasa Anda, dengan demikian Anda mempunyai senjata saat menawarkan produk/jasa tersebut dengan menjelaskan secara rinci apa yang menjadi keunggulan dan manfaat dari produk/jasa tersebut.


Terakhir, sekali lagi saya ingatkan : jangan terjebak dalam perang harga! 

Harga terbaik bukan harga termurah yang bisa kita tawarkan tetapi sebanding dengan kualitas dan nilai dari produk/jasa yang kita tawarkan. Jika dengan terpaksa kita harus memasuki persaingan harga, jangan paksakan untuk menekan harga ke titik terendah karena yang ada bukan untung yang didapat,tapi buntung! Lebih baik untuk mereview kembali kualitas dan nilai produk/jasa Anda, lalu tingkatkan kembali kualitas dan pelayanannya sehingga Anda bisa Anda naikkan kembali. Atau bila perlu lakukan re-segmentasi sesuai dengan rencana bisnis Anda ke depan.

Nah, mumpung sekarang lagi akhir tahun, Anda bisa sekalian masukan strategi harga ini ke dalam evaluasi bisnis tahun ini dan semoga tahun 2012 menjadi tahun yang lebih baik untuk kita semua :)



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Senin, 19 Desember 2011

6 Orang Milyuner Paling Dermawan di Dunia

Memiliki kekayaan yang sangat berlimpah memang tidak dapat dinikmati banyak orang. Mungkin dari seluruh penduduk di dunia ini, hanya ada segelintir saja yang dapat dikatakan milyarder. Seperti apa mereka?

1. Lakshimi Mittal
Asal Negara: India
Kewarganegaraan: Inggris
Usia: 56 tahun
Status Perkawinan: Menikah, 2 anak
Perkiraan Kekayaan: 32 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Baja
Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.






2. Warren Buffet
Asal Neqara: Amerika
Kewarganegaraan: Amerika
Usia: 76 tahun
Status Perkawinan: Duda, 3 anak
Perkiraan Kekayaan: 52 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Investasi

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.






3. Prince Al Waleed Bin Talal Al Saud
(keponakan Raja Saudi Arabia)
Asal Neqara: Saudi Arabia
Kewarganeqaraari: Saudi Arabia
Usia: 49 tahun
Status Perkawinan: Menikah, 2 anak
Perkiraan Kekayaan: 23,7 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Investasi

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.


4. Bill Gates
Asal Negara: Amerika
Kewarganegaraan: Amerika
Usia: 52 tahun
Status Perkawinan: Menikah, 3 anak
Perkiraan Kekayaan: 59,2 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Microsoft

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 6/10 dari jumlah hartanya.












5. Ingvar Kamprad
Asal Negara: Swiss
Kewarganegaraan: Swedia
Usia: 80 tahun
Status Perkawinan: Menikah, 4 anak
Perkiraan Kekayaan: 33 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Ikea

Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk amal: 8/10 dari jumlah hartanya.










6. Carlos Slim Helu
Asal Negara: Meksiko
Kewarganegaraan: Meksiko
Usia: 67 tahun
Status Perkawinan: Duda, 6 anak
Perkiraan Kekayaan: 67,8 milyar (US$)
Sumber Pendapatan: Telecom
Perkiraan jumlah uang yang telah disumbang untuk aural: 9/10 dari jumlah hartanya.
Sumber: http://wisbenbae.blogspot.com/2010/12/6-orang-milyuner-paling-dermawan-di.html



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Kamis, 15 Desember 2011

Alasan Orang Sulit Bikin Sistem Bisnis

Suatu ketika ada seorang teman mengirim tweet yang isinya kurang lebih begini : "Kok semakin sukses bisnis itu semakin capek ya???" Malah jadi ga ada waktu untuk istirahat"

Saya beritahu Anda bahwa pendapat itu salah besar! Atau jangan-jangan orang yang bilang seperti itu justru sebetulnya belum bisa dikatakan sukses dalam bisnisnya. Yang benar dan yang jelas semakin sukses kita semakin mempunyai tanggung jawab yang besar.

Lalu, kenapa hampir 70% pengusaha pemula mengatakan hal yang sama seperti teman saya tadi?
Jawabannya : Karena kebanyakan dari mereka belum berhasil membangun SISTEM-nya!

Menurut guru kekayaan, Robert T. Kiyosaki, seorang baru dikatakan berada dalam kuadran "B" (bussiness owner) jika dia sudah mempunyai sistem bisnisnya. Dengan sistem itu dia sudah tidak harus berada di dalam lingkungan bisnisnya. Seperti halnya robot otomatis, sistem itu yang akan mengerjakan segala urusan bisnis dan membawakannya keuntungan dalam bentuk uang, sementara orang yang bersangkutan bisa menikmati waktunya dengan bebas.

Sistem itu akan mengontrol dan menjalankan segala hal di dalam bisnis tersebut, termasuk masalah operasional, pemasaran dan pembukuan keuangan. Namun, untuk membangun sistem tersebut bukanlah perkara mudah. Harus dikorbankan sejumlah uang, tenaga, pikiran dan waktu agar sistem yang kita impikan dapat berjalan dengan baik dan efisien. Oleh karena itu, bisnis berbasis franchise banyak dicari orang yang tidak ingin repot menyusun sistem bisnis dan ingin langsung menjalankan sistemnya saja.

Di sisi lain, sebenarnya membangun sistem bisnis itu juga bisa dikatakan gampang-gampang susah. Yang perlu Anda ingat, bahwa membangun bisnis sejatinya adalah membangun sistem, terutama adalah sistem distribusi. Ya, distribusi produk, distribusi pelayanan, distribusi sales dan distribusi rizki. Fokuslah pada kata kunci "distribusi". Bangun sebuah sistem distribusi yang baik mencakup semua aspek di atas. Dengan demikian Anda akan menciptakan suatu sistem bisnis yang kuat. Konon, perusahaan sekelas Philip Morris berani membeli perusahaan rokok Sampoerna dengan harga fantastis justru karena sistem distribusi produknya yang baik. Oleh karena itu, mereka bisa mendistribusikan rokok sampai ke seluruh pelosok tanah air.

Lalu, apa susahnya membangun sistem bisnis?
Jawabannya sangat singkat namun tegas, yaitu EGO!

Kebanyakan pengusaha muda harus melawan ego nya sendiri untuk bisa memberikan kepercayaan kepada orang lain dalam mengerjakan suatu tugas di dalam bisnisnya. Sebagian dari kita sering terjebak dalam lingkaran ego bahwa kita merasa hanya kita yang terbaik dalam melakukannya, sehingga tidak mudah percaya dengan hasil pekerjaan orang lain. Hal ini terutama terjadi pada mereka yang bisnisnya berbasis keteknisan, seperti desainer atau montir. Bagi kaum profesional seperti mereka, ego ingin mengerjakan segala sesuatunya sendiri adalah hambatan terbesar dalam membangun sebuah sistem bisnis.

Jadi, harus bagaimana?
Ya, tidak lain mulai sekarang harus mulai menekan ego kita sebagai seorang teknis atau ahli di bidang tertentu. Mulai ambil langkah manajerial dengan merekrut beberapa pegawai untuk membantu bisnis kita. Pelajari juga bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. Dan tetap fokus pada impian kita, bahwa ketika sistem ini sudah berjalan kita bisa menikmati kesuksesan dengan lebih santai.

Sudah jelas?
Kalau belum, ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Rabu, 14 Desember 2011

4 Hal Yang perlu Diperhatikan WomenPreneur

Saat ini era emansipasi wanita. Di era ini kaum hawa tidak lagi terkurung di dapur atau kamar saja. Kini, mereka mempunyai kebebasan apa yang mereka inginkan, termasuk menjadi pengusaha atau womenprenuer. Bahkan, dari 0,16% pengusaha yang ada di Indonesia, 0,10% nya adalah wanita! Dan penyelamat negeri ini saat terjadi krisis moneter 1997-1998 juga adalah UMKM yang digerakkan oleh kaum ibu.

Wow! Dengan demikian kaum wanita saat ini sudah tidak bisa diremehkan perannya dalam pergerakan ekonomi suatu bangsa. Namun, sayang nya ada 4 hal yang masih mengganjal mereka dalam berbisnis, terutama terkait dengan kodrat mereka sebagai kaum hawa.

#1 Tertalu Berempati
Wanita secara kodrat adalah mahluk yang memiliki empati lebih besar dari pada pria. Bisa dikatakan segala sesuatu yang terjadi selalu mereka masukkan ke dalam hati. Di satu sisi, peribahasa bisnis kuno mengatakan bahwa bisnis itu jangan pakai hati, yang ada malah makan hati!
Oleh karena itu, penting kiranya untuk womenpreneur mengontrol empati mereka. Jangan sampai terkena tipu karena merasa kasian dengan lawan bisnis atau konsumen yang pandai memainkan empati wanita.

#2 Lebih Takut Gagal
Secara umum wanita juga merasa lebih takut gagal dibandingkan dengan pria. Tidak jarang womenpreneur kalah bersaing sebelum bisnis berjalan hanya karena tidak percaya diri dengan kemampuannya. Padahal, perlu diingat bahwa istri Rasullullah S.A.W., Siti Khadijah, juga merupakan seorang womenpreneur yang sangat sukses. Tidak ada alasan wanita untuk takut gagal. Setiap orang berpotensi untuk sukses, termasuk Anda sebagai wanita.

#3 Rentan Untuk Stress
Berhubungan dengan sifat empati tadi, wanita menjadi lebih rentan untuk stress karena terlalu banyak yang dimasukkan ke dalam hati dan akhirnya berdampak pada pikiran yang dapat memacu stress. Oleh karena itu, sekali lagi saya ingatkan untuk pandai-pandai mengelola empati agar tidak terjerumus dalam lubang stress yang sebetulnya tidak perlu Anda pikirkan.

#4 Kultur Budaya Yang Masih Timpang
Walaupun saat ini adalah era emansipasi wanita, tidak jarang masih ada saja keluarga yang membatasi anak perempuannya untuk menjadi seorang womenpreneur. Yang perlu diingat, setiap orang tua itu selalu ingin yang terbaik untuk anaknya. Jadi, tidak perlu khawatir dengan pandangan orang tua yang tidak setuju dengan womenpreneur, tetapi buktikanlah bahwa pilihan Anda untuk menjadi seorang womenpreneur adalah yang terbaik untuk masa depan Anda dan keluarga!

4 hal di atas jangan Anda jadikan alasan untuk mundur sebagai womenpreneur, tapi jadikan itu senjata utama untuk bangkit dan berkembang sebagai womenpreneur yang sukses!



Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :