photo PROMO_zpsdc816b8f.gif


Sabtu, 06 Juli 2013

4 Cara Memanfaatkan Hobi Menjadi Peluang Bisnis

4 Cara Memanfaatkan Hobi Menjadi Peluang Bisnis 
Menjalankan bisnis pribadi akan membutuhkan seluruh waktu dan tenaga Anda. Bila Anda tidak siap, mungkin saja Anda akan merasa lelah dan menyerah di tengah jalan. Lain halnya apabila Anda membangun bisnis berdasarkan hobi memiliki keuntungan tersendiri dan dapat meringankan beban dan lelah karena Anda mengerjakan hal yang Anda sukai.  Berikut ini adalah 4 cara memanfaatkan hobi Anda agar menjadi peluang bisnis:

1. Temukan sesuatu yang Anda sukai

Membangun bisnis pribadi bisa sangat membebani Anda. Anda harus bekerja ekstra lebih keras dibandingkan saingan Anda untuk bisa sukses dan tetap mempertahankan bisnis Anda. Mengerjakan hobi atau sesuatu yang Anda sukai inilah yang nantinya dapat membantu Anda tetap bertahan serta memiliki keunggulan.

2. Kuasai hobi Anda

Berlatih dan berusaha menjadi yang terbaik di bidang yang Anda sukai. Kesuksesan dan keahlian Anda pada bidang yang Anda sukai nantinya bisa membawa Anda pada pertemuan dan perkenalan dengan orang-orang yang bisa membantu Anda dan bisnis Anda nantinya.




Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Jumat, 05 Juli 2013

11 Unsur Business Plan

11 Unsur Business Plan 

Setiap business plan memiliki sebuah struktur khas yang ditentukan oleh kebutuhan pengumpulan modal dan jenis bisnis tertentu. Dalam uraian berikut akan dipaparkan bagaimana dan apa yang harus dimasukkan dalam sebuah rencana bisnis menurut metode quick plan seperti yang dirangkum dari penjelasan Mike P. McKeever. Metode ini relatif lebih mudah diterapkan bagi entrepreneur pemula karena bisa disusun dalam waktu satu hari saja. Berikut adalah unsur-unsur rencana bisnis secara sederhana:

1. Halaman Judul

Bagian ini memuat judul. Judul sebaiknya singkat dan lugas sehingga mudah dimengerti dalam sekali baca. Biasanya halaman judul memuat nama bisnis, periode waktu business plan, nama para pemimpin utama/ pendiri, nama orang yang menjadi pembaca rencana bisnis, dan tanggal presentasi (jika disajikan dalam bentuk presentasi).

2. Ringkasan

Ringkasan rencana bisnis menyajikan poin-poin dasar dan fundamental. Idealnya, bagian ini memuat sebuah pernyataan tentang jumlah keseluruhan uang atau modal yang Anda sedang butuhkan/cari. Di sini Anda harus berikan informasi mengenai siapa Anda, apa yang Anda hendak lakukan, berapa banyak jumlah uang/modal yang Anda butuhkan, dan seberapa besar laba yang Anda harapkan untuk bisa dihasilkan.

3. Daftar Isi

Daftar isi memuat nama/ judul setiap bagian rencana bisnis. Daftar isi bervariasi sesuai dengan jenis bisnis yang menjadi topik dalam rencana bisnis.

4. Permasalahan

Permasalahan memiliki sebuah fungsi khusus, yaitu memberikan informasi mengenai visi, motivasi dan fokus. Meskipun permasalahan ialah sebuah bagian rencana bisnis yang pendek, ia harus mencakup informasi penting mengenai masalah yang dihadapi secara singkat dan padat. Lakukan dengan curah gagasan, yaitu dengan menulis jawaban untuk ke 5W–who (siapa), what (apa), where (di mana), when (kapan), dan why (kenapa).


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Kamis, 04 Juli 2013

7 Langkah Melatih Intuisi Bisnis Entrepreneur

7 Langkah Melatih Intuisi Bisnis Entrepreneur

Intuisi seharusnya menjadi bagian yang tidak boleh dipisahkan dari seorang entrepreneur. Semakin sering digunakan maka akan semakin mudah datang kepada kita, maka kesuksesan bisnis seorang entrepreneur semakin dekat. Karena seringkali seorang entrepreneur dihadapkan kepada sesuatu yang tidak diketahui atau pengetahuannya tidak cukup untuk menilai permasalahan tersebut, maka dalam hal ini gunakan lah intuisi.

Tetapi, banyak dari kita tidak tahu mana yang intuisi dan mana yang bukan sehingga kita menganggap intuisi tidak ilmiah, cenderung berubah – rubah dan tidak bisa dijadikan landasan dalam mengambil keputusan. Kalau begitu bagaimana caranya kita mengenali intuisi kita ? Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melatih intuisi kita

READMORE > http://katapengusaha.com/2013/06/melatih-intuisi-entrepreneur/

Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Rabu, 03 Juli 2013

5 Alasan Menyusun Business Plan

5 Alasan Menyusun Business Plan
Setelah sebelumnya dijelaskan mengenai 5 tujuan menyusun sebuah business plan, maka sekarang akan kami sampaikan lima alasan  pentingnya menerapkan  business plan dalam bisnis

Pertama, sebagai blue print  yang akan dijalankan  dalam pengoperasian bisnis. Hal ini  menolong  anda agar  tetap  kreatif dan  berkonsentrasi  pada tujuan  yang ditetapkan;

Kedua, sebagai alat untuk mencari dana sehingga berhasil dalam bisnis;

Ketiga, sebagai alat komunikasi untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, dan penyandang dana. Dengan adanya business plan, mereka akan memahami tujuan dan cara operasional bisnis kita.

READMORE >> http://katapengusaha.com/2013/06/5-alasan-business-plan/


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :

Sabtu, 09 Juni 2012

Leadership Paradox

Banyak mungkin di antara kita yang memilih menjadi pengusaha karena ingin disebut sebagai "Bos" atau "Pemimpin". Walaupun sebenarnya, istilah pemimpin dan bos itu sendiri memiliki makna yang berbeda apabila kita telaah lebih jauh, tetapi pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk membahas soal kepemimpinannya dari sisi yang lain. (Simak tentang perbedaan bos dengan pemimpin)

Sebagaimana kita ketahui, bahwa posisi bos atau pimpinan sebuah perusahaan itu sampai sekarang masih menjadi posisi yang "eksklusif". Dari mulai mendapatkan gaji yang lebih besar, waktu yang lebih luang, sampai pada mendapatkan rasa hormat dari bawahan ataupun lingkungan sekitar. Pokoknya, jadi bos itu sesuatu yang : WAH!

Sampai-sampai ada salah satu program televisi yang mengangkat tema gimana rasanya menjadi bos itu.




















Tetapi, saya ingin berbagi hal yang berbeda.

Menurut saya, seorang bos atau pemimpin yang baik itu bukan dia orangnya yang sekedar duduk diam manis mendapatkan pelayanan istimewa dari bawahannya. Melainkan sebaliknya.

Seorang pemimpin yang baik adalah pelayan untuk anak buahnya.

Saya menyebut ini dengan istilah : Leadership Paradox, dimana paradoks ini terjadi ketika seorang pemimpin mulai menyadari bahwa sebetulnya bukan pemimpin itu yang mendapatkan pelayanan istimewa, melainkan anak buahnya.

Dulu ketika memulai usaha, saya punya dua orang karyawan. Mereka bekerja dengan sangat baik. Tidak mengecewakan. Tetapi, saat itulah saya menyadari bahwa sebetulnya bukan mereka yang bekerja untuk saya, melainkan saya yang bekerja untuk mereka.

Kenapa?

Karena saya menyediakan fasilitas untuk mereka bisa bekerja dengan baik. Setiap hari saya selalu memikirkan bagaimana caranya supaya mereka bisa makan siang dengan enak, tidur dengan nyenyak, bahkan memikirkan masa depan mereka supaya bisa lebih baik. Segala kebutuhan mereka, yang bisa menunjang pekerjaannya saya coba untuk penuhi, walaupun mungkin saat itu usaha sedang defisit, tetapi saya pastikan bahwa segalanya bisa berjalan dengan lancar. Saya pastikan bahwa gaji mereka tidak terpotong dan dapat dibayarkan tepat waktu (bahkan kalau bisa dilebihkan). Saya memutar otak sedemikian rupa pokoknya bagaimana caranya supaya pegawai saya bisa hidup dengan layak.

Di satu sisi, saya merasa : "Kok gini menjadi bos itu? Dimana enaknya?"

Siapa sebenarnya yang bekerja untuk siapa?

Hmmm....Ada jutaan pengusaha di dunia ini, ada milyaran pekerja, ada trilyunan pengangguran. Tetapi, hanya sedikit orang yang menyadari bahwa kita sebenarnya bekerja untuk melayani. Bos melayani pegawainya. Pegawai melayani bosnya.

Atau seperti yang sering saya katakan : Setiap orang adalah pemimpin, pekerja dan juga buruh, minimal pemimpin, pekerja dan buruh untuk dirinya sendiri.


Ingin ngobrol sama Provokator Pengusaha?

Atau share artikelnya :